
Kapan terakhir saya makan sayur. Percayalah, catatan terakhir menunjukkan tadi siang. Uuh leganya mengetahui hari ini saya sudah makan sayur. Ketika saya mencampurkan tangkai kembang kol beserta sedikit kembangnya, kacang panjang dan wortel. Jangan dibayangkan akan dimasak apa, tapi dijus begitu saja (setelah dibersihkan dengan serius tentunya). Hidangan yang jadi dalam sekejap tapi jangan tanya rasanya. Benar-benar fresh from nature dan ternyata begitulah cita rasa alam tanpa MSG, tanpa gula, tanpa garam. Kuncinya hanya jangan kehilangan imaginasi di dalam bereksperimen dengan jus sayur. Ingin mencoba jus taoge+wortel, jus bit (beetroot)+timun, jus brokoli+tomat, jus jagung+air, jus bayam? Terus terang ini masih belum terlalu fantastis. Bagaimana kalau jus pare? Kunci kedua adalah jangan mempunyai asosiasi enak-tak enak dalam benak tapi nikmati saja. Ketiga bayangkan saja manfaatnya bagi kesehatan kita. Keempat, berterimakasihlah selalu atas rahmat Tuhan dan kasih-Nya yang besar yang melimpahkan gizi yang begitu kaya melalui jus sayur. Demikianlah semoga tangan kita akan lebih ingin mengambilkan sayuran bagi kita daripada mengikuti pikiran kita yang lebih ingin makan goreng-gorengan. Terus-terang saya merasakan badan saya menderita apabila saya makan gorengan dan saya tahu dia menyukainya apa-bila saya memberinya sayur dan buah, apalagi jus. Saya tahu tubuh saya mengucapkan terima kasih dengan menghadiahkan kesehatan kepada saya.
Satu trik lagi untuk mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah yang ingin saya bagi kepada anda yang seperti saya yaitu paling sebel kalau mencuci kuali, lap-lap kompor dan dapurnya hanya punya modal garam yodium, kecap kikkoman, maizena, marmite dan merica (meski ternyata juga bisa sakti mandraguna). No, no, no, bukan yang itu, yang masak nasi di rice cooker terus taruh sayur pada steamer di atasnya atau sayur dikukus saja dan makannya selalu trio nasi-sayur kukus-kecap (trio ini hanya untuk hari-hari tertentu, yaitu yang nama harinya dalam bahasa Inggris berakhir dengan huruf ‘y’ saja. Ha! Tapi mengapa tidak mencobanya. Makanan sederhana membuat batin sederhana).
Trik yang dimaksud adalah variasikan bubur, yang bagi saya adalah sarapan pagi dan kadang makan siang kalau sedang di rumah. Ketika memasak bubur anda bisa menambahkan sayuran yang dipotong kecil-kecil (bukan mini). Contoh variasinya antara lain, (1) Wortel, buncis, kentang. (2) Kacang panjang, jagung, hioko (3) Baby corn, tomat, brokoli. (4) TVP (Textured Vegetable Protein), wortel, kembang kol. Ini sedikit contohnya. Saya percaya anda tentu bisa menciptakan bubur variasi yang lebih unggul daripada ini. Berikutnya setelah basic sayur-mayur adalah taburkan sedikit nuts atau seeds yang disukai di atas bubur anda (koleksi saya adalah kacang tanah, kacang mete, almond, biji pumpkin). Tentu saja jika anda menyukainya anda bisa menambahkan merica atau jahe. Hal yang penting adalah masukkan kurma merah (ang co/chinese red dates) pada saat memasak bubur. Mengapa kurma merah, kita akan melihatnya pada pembahasan setelah ini.
Berterimakasihlah selalu atas rahmat Tuhan dan kasihNya yang besar, yang telah melimpahkan gizi begitu kaya melalui sayur dan buah.
Tapi mengapa sih kita perlu mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah. Sederhana saja. Karena kita adalah vegetarian. Titik. Bukan ‘vegetarian-imitasi’ yaitu orang yang setelah berketetapan untuk hidup bersayurawan dan mempunyai kecendrungan kepada daging imitasi daripada makanan nabati. Saya tidak mengatakan mengkonsumsi daging imitasi itu salah. Kita tentu saja boleh memakan daging imitasi tapi mari kita juga menikmati berkah alam kepada pemakan nabati.
Sayur-sayuran adalah makanan yang begitu kaya akan gizi dan senyawa-senyawa yang penting bagi tubuh. Kalau kita bervegetarian, mari kita lebih berkecendrungan mengkonsumsi sayur dan buah. Di dalam Piramida Makanan yang diluncurkan Universitas Cornell, Amerika Serikat, sayur dan buah menduduki bagian kedua dari bawah setelah makanan pokok. Artinya setelah makanan pokok, sayur dan buah merupakan makanan yang perlu banyak dikonsumsi. Dengan kata lain, pertama jadikanlah buah-buahan lokal yang kaya vitamin dan mineral seperti pepaya, semangka, melon, pisang (makanan super wajib bagi saya, pertama kandungan vitamin C-nya OK banget, kedua serat makanannya acungan jempol, ketiga juga mengandung zat besi, keempat murah, kelima tidak perlu dimasukkan kulkas), jeruk/mandarin dan buah musiman lainnya sebagai bagian dari daftar belanja anda.
Kedua, jadikanlah sayur-sayuran bagian dari iman anda. Iman? Tuhan telah menciptakan kita dengan tubuh yang sehat. Tuhan menginginkan kita terus sehat dan memberikan kita makanan yang baik untuk tubuh kita supaya tubuh kita tetap bisa sehat. Makanan itu adalah makanan nabati-sayur, buah, legum, kacang-kacangan, padi-padian. Bayangkan bagaimana hati mama kita di rumah jika beliau telah dengan suka-cita memasakkan kita sayur-sayuran tetapi ketika pulang kita mengatakan, “Ma, saya sudah makan. Tadi ditraktir Vivi makan bakso vegetarian”.
Sekali lagi saya tidak menyalahkan siapa-siapa tentang daging imitasi. Hanya saja kalau tidak makan bakso vegetarian, uangnya bisa dipakai untuk membeli lebih banyak sayur dan buah lagi. Tapi mengapa sih kita perlu makan sayur dan buah yang banyak.
Dua yang akan diuraikan secara singkat adalah kemampuan kandungan sayur dan buah untuk melindungi tubuh kita dari kanker dan anemia.
(1) World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research pernah melakukan review besar-besaran terhadap artikel-artikel yang diterbitkan jurnal-jurnal ilmiah. Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kanker. Total dilakukan review terhadap 196 studi kasus dan hasilnya tak salah lagi menunjukkan manfaat konsumsi sayur dan buah. Dari 196 studi kasus tersebut, tidak ada satu pun hasil studi yang menunjukkan meningkatkan resiko kanker seiring dengan naiknya konsumsi sayur dan buah. Sebaliknya setiap studi menunjukkan menurun-kannya tingkat kanker berkaitan dengan konsumsi sayur dan buah.
(2) Kurang darah, pucat, anemia, seakan telah menjadi momok bagi vegetarian. Sebaliknya daging telanjur diagulkan sebagai number zat besi. Satu pengalaman tak terlupakan bagi adik saya adalah ketika Papa temannya didiagnosis anemia dan dokter menyarankannya untuk mengkonsumsi daging kambing. Tiga hari kemudian setelah mengikuti nasehat dokter, beliau dilarikan ke rumah sakit akibat terserang stroke. Daging, tak disangkal, memang mengandung zat besi tapi daging juga mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang akan meningkatkan kolesterol darah dalam tubuh pemakannya. Naiknya kolesterol darah akan meningkatkan resiko penyakit degenerasi seperti penyakit jantung dan stroke. Karena itu tak heran jika daging merupakan penyumbang penting penyakit jantung dan stroke.
Apabila anda bervegetarian dengan benar, maka bayangan vegetarian-anemia adalah bayangan yang jauh panggang dari api. Malahan sebaliknya sayur dan buah sangat bisa membantu mencegah anemia. Tidak hanya mencegah bahkan mengobatinya. Paling sederhana adalah sayur dan buah-buahan kaya akan vitamin C dan vitamin C membantu meningkatkan penyerapan besi dalam tubuh. Kedua, dari sudut pandang nutrisi Cina, buah seperti kurma merah (ang co) dan longan sangat berguna untuk membangun darah dan berfungsi sebagai tonikum yang bagus sekali bagi darah. Kurma merah dan longan kering biasanya digunakan sebagai tonikum bagi ibu yang baru melahirkan dan juga pada akhir menstruasi untuk membangun darah.
Kandungan vitamin C-nya OK banget, kedua serat makanannya acungan jempol, ketiga juga mengandung zat besi, keempat murah, kelima tidak perlu dimasukkan kulkas 
Like this:
Be the first to like this post.