Peracunan daging tidak berhenti sampai disini saja. Hewan dijejali berbagai bahan kimia untuk mempercepat pertumbuhannya, menggemukkannya, menyegarkan warnanya dan banyak lagi. Untuk menhasilkan bobot daging terbesar dengan keuntungan maksimal, hewan pedaging dipaksa makan banyak, disuntik hormone untuk menrangsang pertumbuhannya, diberikan penambah nafsu makan, antibiotic, obat penenang dan campuran pakan berbahan kimia. Banyak dari bahan kimia ini didapati mengakibatkan kanker dan fakta menunjukkan banyak dari hewan ini mati bahkan sebelum digiring ke tempat penyembelihan. Karena peternakan telah berevolusi menjadi pabrik daging, banyak dikandang sempit sehingga tidak dapat menggerakkan tubuhnya atau menghirup udara segar. Kondisi kehidupan kejam laksana dipenjara ini mengganggu keseimbangan kimiawi tubuh hewan dan merusak sifat-sifat alaminya sehingga merangsang pertumbuhan tumor ganas dan abnormalitas lainnya. Di Amerika dimana 70% ternak sapi diberi antibiotika, bahkan dengan dosis yang sanagt tinggi, catatan Departemen Pertanian menyatakan bahwa jutaan kilogram daging hewan potong mengandung tumor.
Tumor Beralih ke Pemakan Daging
Tumor dan daging tumbuh lainnya mungkin terdeteksi atau bahkan diabaikan produsen atau juru periksa. Dalam praktek sering terjadi hal berikut: jika hewan mengidap kanker atau tumor maka bagian tubuh yang terkena akan dipotong dan dibuang, namun sisanya dijual begitu saja sebagai daging ‘sehat’. Yang lebih mengerikan lagi, bagian yang terkena tumor itu akan dimasukkan ke dalam daging campur seperti hotdog dan diberi label bagian tubuh hewan. Disuatu lokasi di Amerika dimana diadakan pemeriksaan rutin terhadap hewan potong, didapati bahwa 25.000 ekor sapi yang menderita kanker mata dijual sebagai daging sapi! Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa jika limpa hewan yang sakit diberikan kepada ikan, ikan tersebut akan terserang kanker














