Arsip untuk Februari, 2012

Manfaat Pola Makan Nabati?

Banyak orang ingin beralih ke pola makan vegetarian; akan tetapi beberapa dari mereka khawatir tentang kekurangan protein dan gizi. Sekarang, mereka bisa betul-betul lega! Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa protein nabati merupakan protein yang berkwalitas tinggi dan “Mengkonsumsi beraneka ragam makanan nabati adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan Anda…,” kata Melanie Polk, penasehat pendidikan nutrisi di American Institute for Cancer Research (Institut Penelitian Penyakit Kanker Amerika.)

Setelah penelitian bertahun-tahun tentang hubungan antara pola makan dan penyakit, Dr. T. Colin Campbell, dosen kehormatan Biokimia Nutrisi di Universitas Cornell, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pola makan yang kaya produk hewani mengakibatkan penyakit, dan pola makan yang kaya akan biji-bijian, sayur-sayuran dan produk nabati lainnya, memberikan kesehatan. “Nutrisi dari sumber makanan hewani meningkatkan pertumbuhan tumor sedangkan nutrisi dari sumber makanan nabati memperkecil pertumbuhan tumor.” Menurut Dr. Campbell, “Sebagian besar penyakit kanker, penyakit kardiovaskular, dan bentuk lain dari penyakit degeneratif dapat dicegah hanya dengan mengadopsi pola makan nabati.”

Dr. Caldwell B. Esselstyn Jr., mantan ahli bedah yang terkenal secara internasional, memberikan resep obat anti-kolesterol dengan dosis terendah serta pola makan nabati berkadar lemak minimal bagi pasien yang menderita penyakit pembuluh darah jantung. Dia memperhatikan bahwa mereka yang mengikuti pola pengobatan ini dan mengadopsi pola makan nabati, terbebas penuh dari  rasa nyeri akibat penyempitan pembuluh darah dan pembuluh arteri yang semula tersumbat menjadi terbuka kembali. Dr. Esselstyn dengan yakin menganjurkan bahwa pola makan ini bukan hanya saja mencegah dan menghentikan semakin memburuknya penyakit jantung yang diderita, tetapi juga membalikkan efeknya.

Protein yang berkualitas tinggi sangat mudah ditemukan pada kacang polong, berbagai kacang-kacangan, dan sayur-sayuran yang memberikan bermacam-macam manfaat bagi tubuh. Berikut ini adalah ulasan singkat dari beberapa makanan yang umum:

Kacang Adzuki (kacang merah kecil): Kaya akan protein, vitamin B, mineral dan serat. Kacang Adzuki membantu mempertinggi fungsi kerja ginjal, kandung kemih dan organ reproduksi. Selain itu, juga mempunyai efek menambah darah, diuresis, anti-dropsy dan meningkatkan fungsi kerja jantung.

Kacang kedele: Berbagai penelitian telah menegaskan bahwa konsumsi produk soya dapat menurunkan low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat, dan membantu menguatkan jantung. Dr. James Anderson dari Pusat Pengobatan Virgina menyatakan, “Semua penelitian ini secara konsisten telah menemukan rata-rata 3 sampai 6% penurunan kolesterol darah dengan mengkonsumsi 25 gram protein soya setiap harinya. Makanan soya adalah salah satu dari sedikit makanan yang menurunkan kadar kolesterol,” Wanita yang mengkonsumsi lebih dari 13 gram kedele setiap harinya mempunyai resiko keretakan/patah tulang 35% lebih rendah daripada mereka yang mengkonsumsi kurang dari 5 gram per hari. Kacang kedele juga merupakan obat alamiah bagi wanita menopause, mereka bukan saja memberikan efek estrogen, tetapi juga mengurangi resiko kanker.

Kacang kedelai hitam: Penelitian baru-baru ini yang diterbitkan di Jurnal Ilmu Pengetahuan, Makanan dan Pertanian menunjukkan hasil bahwa kacang kedelai hitam dapat menurunkan risiko diabetes Tipe II. Peneliti dari Universitas Hanyan, Seoul, Korea, mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi kacang kedelai hitam, dapat menurunkan tingkat lemak dan kolesterol, yang merupakan penyebab utama diabetes tipe II. Kelompok yang diuji dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi kacang kedelai hitam dapat secara berarti menurunkan low-density lipoprotein (LDL). Karena masalah berat badan sering kali menjadi persoalan pokok pada diabetes type II, maka kedelai hitam adalah sebuah pilihan makanan yang baik karena kadar lemak yang rendah, dan kadar serat larut yang tinggi dan merupakan sumber protein yang baik. Kacang polong lainnya, sayur-sayuran dan kacang-kacangan: Satu cangkir bayam yang dimasak mengandung 5 gram protein. Setengah cangkir kacang merah memberikan 7 gram protein. Segenggam kacang almond memberikan sekitar 6 gram protein. Semua makanan ini juga mengandung banyak nutrisi, vitamin, mineral, essential oil dan enzim lainnya yang dibutuhkan.

Direkomendasikan untuk memasak kombinasi dari berbagai kacang-kacangan yang dapat diperoleh, beras coklat dan beberapa biji-bijian lainnya, dan mengkonsumsi semangkok campuran biji-bijian dan kacang setiap hari dengan sejumlah sayur-sayuran dan buah-buahan yang memadai. Dengan cara ini, Anda akan mempunyai nutrisi yang cukup dan bisa mengucapkan selamat tinggal kepada banyak penyakit :-)

Komentar bertahan »

Manfaat Durian

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah” raja dari segala buah” ( king of Fruit) dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya sebagian yang lain muak dengan aromanya.

Kegunaan: durian terutama dipelihara orang untuk buahnya yang umumnya dimakan ( arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salaut biji ini umunya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Secara tradisional daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian ( biasa disebut lempok), atau memfermentasikan menjadi tempoyak. Selanjutnya tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakn seperti sambal tempoyak atau untuk campuran memasak ikan. Durian pun diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut ( ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini durian ( atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya. Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun an tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena ( cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun ( pucuk), mahkota bunga dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran. Beberapa bagian tumbuhan terkadang diamnfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat deman. Daunnya dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan unutk menyembuhkan cantengan( infeksi pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit ( sakit kurap) dan susah buang air besar ( sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan campuran pewarna tradisional. Beberapa masyarakat di jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir ( repellent) nyamuk dengan meletakkannya disudut ruangan. Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan namun tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas dan bahan konstruksi ringan di bawah atap asalkan tidak bersentuhan dengan tanah :-)

Komentar bertahan »

Darimana Daging Berasal?

Pertanyaan di atas adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi pernahkah Anda benar-benar memikirkannya? Mungkin banyak dari Anda yang hanya mengenal ayam goreng, bakso, hamburger, sate, dan banyak hidangan-hidangan daging lainnya yang sudah dalam bentuk akhirnya yang menggugah selera di meja makan Anda.

Tetapi pikirkanlah sekali lagi bahwa hidangan-hidangan itu dulunya adalah individu-individu hidup yang harus menderita sejak mereka lahir sampai dengan hari pembantaiannya. Bukalah mata Anda, lihatlah apa yang terjadi di peternakan modern saat ini, lihatlah apa yang terjadi setiap harinya di rumah-rumah pemotongan hewan. Semua penderitaan yang seharusnya tidak perlu terjadi itu ada hanya untuk memuaskan nafsu sepotong lidah.

Saat ini, dimana permintaan akan daging sapi sangatlah tinggi, banyak peternakan-peternakan kecil yang diganti dengan “pabrik-pabrik sapi” yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Sapi-sapi dirantai di sebuah bangsal yang besar dan diperlakukan seperti “mesin penghasil susu”. Untuk meningkatkan produksi, para peternak menyuntik sapi-sapinya dengan hormon pertumbuhan sintetis yang meningkatkan risiko mastitis, sebuah infeksi yang sangat menyakitkan terhadap sapi-sapi tersebut.

Pada dasarnya sapi menghasilkan susu untuk alasan yang sama dengan manusia: untuk membesarkan anak-anak mereka. Namun yang terjadi saat ini adalah anak-anak mereka langsung diambil beberapa saat setelah dilahirkan. Anak sapi betina langsung dimasukkan ke kelompok penghasil susu atau langsung dibunuh untuk rennet yang ada di perut mereka (rennet digunakan untuk membuat keju.) Ketika susu yang mereka hasilkan mulai berkurang setelah empat tahun, Sapi tadi langsung dibunuh untuk dijadikan burger.

Bahkan pada peternakan-peternakan kecil, anak sapi jantan yang tidak dibutuhkan akan dijual ke peternak penghasil daging sapi. Anak-anak sapi ini dibesarkan di dalam sebuah kandang yang sangat sempit dan gelap dengan leher dirantai. Amonia yang berasal dari kotoran mereka yang bertumpuk berbau busuk. Mereka bahkan tidak dapat melangkah, berputar, ataupun berbaring dengan nyaman. Yatim piatu dan sendirian, mereka menderita anemia, diarrhea, pneumonia, dan kelelahan tubuh. Hidup mereka dihabiskan sepenuhnya di kandang tersebut. Satu-satunya sinar matahari yang mereka lihat adalah pada saat mereka dalam perjalanan menuju ke rumah penjagalan.

Ayam-ayam tidak bernasib lebih baik dari sapi. Untuk meningkatkan keuntungan, para peternak menyuntikkan berbagai obat dan hormon, serta melakukan manipulasi genetik pada ayam. Sebagai hasilnya, banyak ayam-ayam yang menderita kesakitan dari kecacatan pada tulang belakang dan pertumbuhan tulang yang tidak normal.

Satu kandang kecil dapat dijejali hingga tujuh sampai delapan ekor ayam; sayap mereka sudah tidak dapat digunakan lagi, kaki mereka tumbuh dengan bentuk yang tidak normal karena berdiri di atas dasar kandang yang miring dan berlubang.

Sebuah bangsal dapat diisi sampai dengan 40.000 ekor ayam. Dalam suasana yang penuh sesak seperti ini, ayam menjadi stres, kemudian mereka melepaskan stresnya dengan saling mematuk dan melukai. Untuk mencegah adanya ayam yang mati karena hal ini, peternak memotong paruh anak ayam yang baru lahir dengan pisau yang dipanaskan. Begitu menyakitkanya hal ini sehingga banyak anak-anak ayam yang mati seketika. Sedangkan beberapa lainnya mati karena kelaparan, mereka tidak dapat makan karena luka pada paruh mereka sehingga mengambil makanan menjadi proses yang sangat menyakitkan.

Setiap tahunnya, peternak ayam tidak membutuhkan ayam jantan dan mereka membunuh jutaan anak ayam jantan dengan memasukkan mereka ke dalam mesin penggiling atau membiarkan mereka mati lemas dalam sebuah kantong kedap udara.

Kambing, domba, ikan, babi, dan masih banyak hewan ternak lainnya bernasib sama, bahkan ada yang lebih buruk bila dibandingkan dengan sapi maupun ayam. Berhentilah menjadikan perut Anda sebagai kuburan bagi hewan-hewan malang ini :-)

Komentar bertahan »

Manfaat Duku

Buah duku ( lansium Domesticum Corr) berasal dari tanaman berkayu yang hidup menahun. Pohonnya diperkirakan asli dari Indonesia. Buah duku mentah berwarna hijau, bergetah ddan citarasanya sangat asam. Seiring matangnya buah, kul;it akan berubah kekuningan dan daging buah akan berasa manis. Sebagian besar buah duku hanya dimakan segar sebagai buah meja. Padahal kalau kita mau sedikit berkreasi, duku dapat dijadikan beradam sajian lezat dan nikmat, seperti untuk isi pudding, campuran fruits cocktail atau sebagai bahan baku selai.

Manfaatnya:

  1. Mengandung dietary fiber atau serat yang bermanfaat untuk memperlancar system pencernaan, mencegah kanker kolon dan membersihkan tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.
  2. Selain daging buah yang segar menyehatkan bagioan kulit buah dab bijinya juga bermanfaat untuk bahan baku obat anti diare dan menurunkan deman.
  3. Kulit kayunya juga sering digunakan orang untuk mengobati gigitan serangga berbisa dan obat disentri.
  4. Sebagaian orang juga percaya, benalu pohon duku dapat menghambat dan membasmi sel-sel kanker.

TIPS PENYAJIAN

SELAI DUKU

Seapkan 1500 gr daging buah duku yang sudah diblender halus, 600 gr gula pasir, 100 ml air, 5 gr gelatin, 30 ml air jeruk lemon dan ½ sdt vanilla essens. Semua bahan dicampur jadi satu, panaskan hingga tekstur mengental dan warna kekuningan. Selagi panas simpan didalam botol kaca, tutup rapat, kini anda mempunyai selai duku yang lezat dan siap digunakan kapan saja

PUDING DUKU

Buah duku diblender kemudian dicampur dengan adonan agar-agar ataudibairakan utuuh untuk isi pudding. Testurnya kenyal dengna citarasa manis, segar dan sedikit asam menjadikan terasa lebih istimewa dan cantik tampilannya :-)

Komentar bertahan »

Apakah Ikan Aman Dikonsumsi?

Apakah Anda berpikir bahwa ikan merupakan makanan sehat? Sebaiknya Anda memikirkannya kembali.

Kesehatan Anda

Saat ini, daging ikan mengalami kontaminasi parah berbagai bahan kimia beracun yang dihasilkan manusia. Racun-racun ini telah diidentifikasi sebagai penyebab kanker, kemunduran kecerdasan otak, dan kontaminasi bakteri.

Ikan hidup di air yang sangat terpolusi yang tidak mungkin Anda minum. Tetapi secara tidak sadar, setiap kali Anda makan ikan, Anda juga memasukkan racun-racun tersebut ke dalam tubuh Anda, seperti: bakteri, logam-logam berat, dan pengontaminasi lainnya.

Tubuh ikan menyerap racun-racun yang ada pada habitatnya. Semakin tinggi posisi seekor ikan dalam rantai makanan, maka semakin beracun ikan tersebut jadinya. Ikan-ikan yang besar seperti tuna dan salmon memakan ikan-ikan kecil dan mereka menyerap juga racun-racun yang ada dalam tubuh mangsanya. Racun yang banyak ditemukan pada ikan adalah PCBs (polychlorinated biphenyls), yang dapat menyebabkan kerusakan hati, kelainan jaringan syaraf, dan gangguan janin; dioksin, biasanya terkait dengan kanker; radioaktif, misalnya strontium 90; dan masih banyak logam-logam berbahaya seperti mercury, cadmium, chromium, lead, dan arsenic, yang dapat menyebabkan berbagai gangguan mulai dari kerusakan ginjal sampai dengan gangguan perkembangan mental. Dan kabar buruknya, sekali dikonsumsi racun-racun ini dapat mengendap sampai beberapa dekade. Masyarakat Indonesia sendiri pernah menjadi contoh kontaminasi logam berat dari ikan dalam kasus ‘Minamata’ di teluk Buyat beberapa waktu yang lalu. Para penderita penyakit minamata saat itu banyak yang mengalami kerusakan syaraf dan kemunduran kecerdasan otak yang signifikan.

Sebagaimana juga yang Anda ketahui, laut adalah tempat pembuangan akhir segala sampah manusia yang dapat larut di air, mulai dari tinja (kotoran manusia maupun hewan) sampai dengan bahan-bahan kimia yang larut di air. Jadi, dengan makan ikan, Anda juga telah mengambil resiko untuk terkontaminasi bakteri-bakteri dalam kotoran seperti salmonella, listeria, dan E. coli. Di Amerika Serikat, seafood adalah penyebab nomor satu dalam kasus keracunan makanan. Menurut sebuah laporan dari GAO (General Accounting Office) AS, industri seafood tidak diregulasi dengan baik. Faktanya, FDA (Food and Drug Administration) AS bahkan tidak terlalu peduli untuk melakukan tes pada daging ikan terhadap kemungkinan kontaminasi racun-racun kimia maupun bakteri-bakteri berbahaya.

Jurnal akademis yang berjudul Environmental Microbiology yang diterbitkan pada bulan Juli 2006 memperingatkan akan bahaya yang ditimbulkan oleh antibiotik yang diberikan pada ikan-ikan di peternakan. Obat-obatan ini diberikan agar ikan-ikan dapat bertahan hidup dalam kondisi yang penuh sesak dan tercemar oleh berbagai kotoran. Para ilmuwan sangat mengkhawatirkan timbulnya bakteri-bakteri yang kebal terhadap antibiotik karena pemakaian antibiotik dalam jumlah besar dan terus menerus pada ikan ternak. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya jenis-jenis penyakit baru yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan yang ada saat ini. Contoh yang sama terjadi pada unggas dalam kasus flu burung. “Apabila kita tidak menghentikan penggunaan antibiotik prophylatic di peternakan ikan, jangan heran jika kita akan menemukan lebih banyak bakteri patogen yang kebal terhadap antibiotik bermunculan yang dapat menyebabkan peningkatan penyakit pada ikan, hewan, dan juga manusia,” kata Dr.Felipe Cabello, penulis jurnal ini.

Lingkungan Hidup

 Penangkapan ikan modern telah merusak keanekaragaman hayati laut. Para penangkap ikan mengumbar jaring yang lebarnya dapat mencapai satuan kilometer, kemudian menyapu seluruh ikan yang dilewati oleh jaring tersebut, dan sayangnya seluruh habitat karang laut pun ikut tersapu. Praktik penangkapan ikan telah menghancurkan ekosistem laut dalam jumlah yang luar biasa. Populasi ikan yang berukuran relatif besar saat ini hanya tersisa sepuluh persen dari jumlah mereka pada tahun 1950-an.

Peternakan ikan juga menyebabkan kerusakan laut dalam jumlah yang besar. Ikan-ikan yang diternak di tambak-tambak di lautan banyak yang terserang wabah penyakit dan parasit karena keadaan tambak yang penuh sesak dan ikan-ikan yang hidup bersama kotoran mereka. Ketika ikan-ikan ini kabur dari tambak, mereka mengancam kehidupan ikan-ikan lain di lautan dengan penyakit yang mereka bawa. Peternakan ikan juga mencemari perairan di daerah pesisir pantai dengan kotoran ikan dalam jumlah yang sangat besar, selain itu juga dibutuhkan penangkapan ikan-ikan kecil dalam jumlah yang besar untuk memberi makan ikan-ikan ternak.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh industri peternakan dan penangkapan ikan tidak dapat diperbaiki. Atau setidaknya akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memperbaikinya. Apabila Anda peduli dengan kelestarian laut, Tolong! Lepaskanlah ikan dan jenis hewan air lainnya dari piring makan Anda, biarkan mereka hidup bebas dalam habitat mereka. Hal ini tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga sangat baik bagi kesehatan Anda. Anda telah menghindari penumpukan logam-logam berbahaya dalam tubuh Anda, dan Anda telah menghindarkan diri Anda dari kontaminasi bakteri dan virus pada ikan :-)

Komentar bertahan »

Manfaat Delima

Buah delima merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan pada hampir semua produk perawatan kulit dan kecantikan. Bagi para pencinta buah delima, anda akan senang mengetahui bahwa dalam bentuk cair, jus delima juga memberikan berbagai manfaat. Jika anda membutuhkan kandungan antioksidan dalam porsi besar, maka jus delima adalah jawabannya. Minuman ini sebenranya mengandung lebih banyak antioksidan. Faktanya kandunagn antioksidan jus deliam 3 kali lebih banyak disbanding red wine atau bahkan teh hijau. Delima kaya akan antioksidan polyphenols, seperti tannin dan anthocyanin. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi jus delima setiap hari dapat merasakan berbagai keuntungan yakni kadar kolesterol menurun, memeroleh vitamin C lebih banyak, serta aliran darah jantung meningkat. Ini berarti jus delima juga efefktif untuk menjaga jantung meningkat. Ini berarti jus delima juga efektif unutk menjaga jantung supaya tetap sehat dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sebagai minuman jus delima juga dapat mencegah dan memperlambat efek penyakit Alzheimer, menurunkan tekanan darah, menjaga agar arteri tidak tersumbat oleh penumpukan plak, mencegah kerusakan tulang rawan dan menjaga kesehatan :-)

Komentar (1) »

Ada Apa dengan Susu Sapi dan Telur?

Tidak ada spesies yang secara alami masih minum susu setelah melewati masa bayi, dan tidak ada spesies yang minum susu dari spesies lainnya. Susu sapi didesain untuk bayi sapi, yang memiliki empat bagian perut, dan mengalami penambahan berat badan hingga puluhan kilogram hanya dalam hitungan bulan. Bahkan terkadang mengalami penambahan berat badan hingga 500 kg sebelum ulang tahun kedua mereka. Untuk manusia, susu sapi terkait dengan penyakit jantung, beberapa tipe kanker, diabetes, bahkan osteoporosis—sebuah penyakit yang diklaim dapat dicegah dengan minum susu sapi oleh produsennya! Tingginya kandungan protein hewani dalam susu sapi menyebabkan terlepasnya kalsium dari tubuh. Menurut sebuah analisa dari Harvard Medical School, susu tidak dapat mengobati osteoporosis. Faktanya, menurut seorang ahli nutrisi dari Harvard, negara-negara dengan konsumsi kalsium rendah (hanya 300 mg/hari) cenderung memiliki jumlah kasus keretakan tulang pinggul yang lebih rendah daripada negara-negara dengan tingkat konsumsi kalsium tinggi seperti Amerika, Selandia Baru, dan negara Eropa. Susu juga dipenuhi dengan berbagai lemak, kolesterol, pestisida, dan antibiotik yang diberikan pada sapi. Dengan memakan satu buah telur untuk sarapan, setiap hari Anda telah meningkatkan level kolesterol Anda sampai 10 poin! Tubuh kita dapat memproduksi kolesterol yang dibutuhkan untuk merawat syaraf dan membran sel. Tambahan kolesterol dari luar berpotensi untuk menjadi penyumbat pembuluh darah arteri dan penyakit jantung. Di samping itu telur juga merupakan pembawa salmonella dan virus flu burung, penyakit hewan yang paling mematikan saat ini :-)

Komentar bertahan »

Manfaat coklat

Tanaman coklat ( theobroma cacao) berasal dari Amerika. Buah coklat memiliki kulit yang kasar dan relative tebal, bagian dalamnya berisi daging buah yang melapisi biji-bijinya. Selain lezat disantap, coklat juga memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh.  Buah coklat mengandung senyawa flavonoid dengan kadar tinggi, khususanya jenis epicatechin, yang memiliki manfaat bagi kesehatan kardiovaskular. Namun perlu dicatat disini bahwa kandungan flavonoid coklat berkurang dengan adanya proses pengolahan coklat. Coklat juga mengandung antioksidan berkadar tinggi. Sebuah penelitian membuktikan bahwa coklat bubuk memiliki kandungan antioksidan  hampir dua kali lipat kandudngan antioksidan anggur merah, dan lebih dari 3 kali kandungan antioksidan the hijau. Berbagai vitamin dan meineral seperti vitamin C, magnesium, besi, kromiun, dan seng juga terkandung dalam coklat. Makanan yang kaya akan coklat juga:-)

Komentar bertahan »

Mengapa Dapat Hidup Sehat Dan Panjang Umur ?

Tubuh manusia diciptakan bukan sebagai pemakan daging. Oleh karena itu daging hewan yang dimakan manusia akan menjadi sumber berbagai penyakit. Mari kita ikuti dua penjelasan penting di bawah ini :

a). Metabolisme manusia tidak dapat mencerna lemak jenuh yang dikandung oleh setiap daging hewan. Akibatnya darah pemakan daging akan menjadi semakin mengental kemudian menyumbat dinding-dinding pembuluh darah dan peredaran darah dalam tubuh menjadi tidak lancar, sehingga menimbulkan berbagai penyakit, seperti : stroke, asam urat, dan jantung. Menurut WHO, 50 persen dari kematian dunia disebabkan oleh penyakit jantung dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia.

b). Usus besar dan kecil manusia lebih panjang, berlipat-lipat dan dindingnya bergelombang dibanding usus hewan pemakan daging. Akibatnya pencernaan daging hewan yang tidak berserat pada manusia membutuhkan waktu lima hari, sedangkan makanan vegetarian yang kaya serat hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Pada hari ketiga daging hewan dalam usus manusia membusuk dan mengeluarkan racun atau zat karsinogenik penyebab penyakit kangker. Menurut WHO, 25 persen dari kematian dunia disebabkan oleh penyakit kangker dan merupakan pembunuh nomor dua di dunia.

2. Batin Menjadi Bersih

Manusia tidak dapat memperoleh sepotong daging tanpa menyakiti dan menyebabkan pembunuhan. Seperti Anda ketahui, bahwa hewan mengandung energi negatif, nafsu rendah dan egois. Bila dimakan oleh manusia, maka energi negatif, nafsu dan egois binatang itu akan menodai batin (energi) manusia.

Tanpa daging hewan, manusia sendiri sudah kesulitan untuk mengendalikan nafsu, ego, serta emosinya. Dengan memakan daging hewan, manusia akan bertambah sulit lagi untuk mengendalikan ketiga unsur di atas, sehingga pikiran dan perbuatannya sering sesat dan jahat.

3. Mengatasi Kelaparan dan Menciptakan Lingkungan Hidup Sehat serta Damai

Tuhan menciptakan kehidupan di dunia ini penuh dengan keberlimpahan, bila manusia sampai ada yang kelaparan, ini karena ulah manusia sendiri dan bukan Tuhan. Tahukah Anda bahwa hampir satu milyar orang menderita kelaparan atau kekurangan gizi di planet ini. Lebih dari empat puluh juta meninggal karena kelaparan setiap tahun, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab sebidang tanah yang sama, jika digunakan sebagai lahan pertanian akan menghasilkan pangan empat kali lipat lebih banyak dari pada digunakan sebagai lahan peternakan untuk dikonsumsi dagingnya.

Lebih dari sepertiga panen gandum dunia yang seharusnya untuk manusia dipakai untuk pakan ternak yang sengaja dikembang biakkan secara masal untuk dibunuh dan dikonsumsi dagingnya. Bahkan di Amerika Serikat, ternak menghabiskan 70 persen dari semua hasil gandum. Jika kita berikan kepada manusia, tentunya tidak seorangpun akan kelaparan.

Anda melihat kebanyakan perang yang terjadi di dunia adalah disebabkan oleh alasan ekonomi. Mari kita hadapi kenyataan ini. Kesulitan ekonomi di sebuah negara akan semakin kritis ketika terjadi kelaparan dan peperangan di dunia ini tidak akan berhenti. Bila anda menyadari hukum sebab akibat yang mengatur kehidupan di bumi ini, maka anda akan menyadari pula bahwa pada kehidupan sekarang mereka (pemakan daging) membunuh atau menyebabkan pembunuhan, pada kehidupan yang akan datang mereka juga akan mengalami hal yang sama. Selama manusia tidak memaafkan dan tetap memakan daging hewan, bagaimana mungkin kehidupan ini menjadi damai sejahtera?:-)

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.