Curhat


Perjalanan hidupku dengan pola makan Vegetarian

Puji syukur atas rahmat kasih Tuhan sehingga pada hari yang indah ini saya masih diberikan kesempatan untuk menceritakan kisahku dalam menjalani pola makan ala vegetarian. Saya dengan kerendahan hati mencurahkan pengalamanku selama beberapa tahun dalam mengubah  pola makan sehat organik, Saya juga menuliskan  intuisi kejadian yang begitu berharga di dalam hidupku. Pertama-tama saya mau memperkenalkan diriku berasal dari kepulauan bangka belitung, lahir di keluarga sederhana anak ke 5 dari 6 bersaudara. Saya hanya tamat sekolah SMP karena kekurangan biaya sekolah. Semenjak sekolah SMP sudah mulai belajar makan vegetarian. Ini semua berkat mengikuti  ajaran dan bimbingan  agama Buddha maitreya di vihara. Setelah mendengarkan banyak ceramah dan bimbingan dharma di vihara, Saya pun ikut sadar akan dengan pola makan vegetarian. Sayapun mulai memakan sayuran dan buahan dengan sedikit-demi sedikit meninggalkan semua jenis daging. Saya juga gemar memasak sayuran dan akhirnya menjadi koki di berbagai restoran di kota besar indonesia yaitu jakarta, bali, lombok, dan palembang. Sebelumnya ada kejadian yang aneh dan ajaib terjadi padaku yaitu pada  saat itu belum bisa mengendarai sepeda motor,  kemudian saya bertekad untuk mengendarai dengan menancap gas hingga suara motor amat keras lalu memasukan giginya motor akhirnya saya langsung terbang ke depan ada pepohonan, tahu gak pohon rindang itu memiliki banyak dahan, aneh dan ajaib atas pertolongan Tuhan saya selamat dari musibah ini tidak terkena dahan pohon itu. Kemudian jatuh hingga motornya dengan mati sendirinya.

Nah, singkat ceritanya juga ada kejadian yang tak di duga pas di pulau lombok ada gempa yang besar. Waktu itu saya menjadi koki restoran vegetarian menginap di rumah teman, kejadian gempanya di pagi hari semua pada tidur, Saya di bangunkan oleh gempa yang dasyat hingga saya pun tidak bisa berjalan karena goyangan gempanya. Di saat itu saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Tuhan agar di berikan keselamatan. Sementara dinding rumah sudah ada retak dan bagian atasnya dinding tembok mulai runtuh, masih ada untungnya tidak sampai runtuh semuanya. Sesaat kemudia gempapun berangsur-angsur mulai reda dan berhenti. Jika pada saat itu dinding tembok runtuh semua maka kita semua tentunya sudah tidak akan selamat dari bencana alam. Maka dengan pola makan vegetarian kita bisa terhindar dari malapetaka yang akan menimpa kita. Selama menjadi koki vegetarian, hidupku tidak teratur karena sibuk memasak di dapur juga melayani tamu yang datang memesan bahan vegetarian. Sehingga saya tidak menjaga badan serta kurang memperhatikan makanan sehat dan bergizi. Kemudian saya terkena panyakit kanker darah leukemia. Saya pun segera memulai hidup teratur dengan terapi makanan sehat organik di taman vihara bogor. Saya juga masih tetap mengkonsumsi obat bernama GLIVEC sejenis obat kemo dari dokter, sambil hidup sehat bersama dengan sayuran dan buah yaitu angkak, brokoli, beras merah, susu kedelai, gingseng, bayam merah, sawi hijau, wortel, tomat, selada, kentang, buncis dan buahnya anggur, jeruk, apel, pepaya dan melon. Saya dengan rutin mengkonsumsi makanan organik dan berolahraga secara teratur, saya pun merasakan badanku tambah sehat serta bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Saya juga telah di selamatkan dengan cara mengubah pola makan ke organik tanpa bahan kimia lainnya. Begitulah kisah dan perjalanan hidupku yang sudah dilalui dengan bervegetarian, supaya kita semua mau hidup sehat kembali ke alam dengan pola makan alami. Nah, ikutin kisah yang lainnya di hari yang akan datang. Mohon maaf bila ada kata2 yang kurang menarik dan kosa katanya ada salah. Salam Wisnu Vegetarian 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s