Mengenali Buddha Maitreya


Buddha Maitreya adalah Maha Buddha yang memiliki cinta kasih tak terbatas untuk menyelamatkan umat manusia.Beliau merupakan Buddha lintas zaman yang telah di ketahui keberadaannya sejak dahulu kala,di puja dan di hormati sekarang,hingga akan terus di kenal luas di masa mendatang sampai terwujudnya Bumi Suci Sukhavati.

Maitreya berasal dari bahasa sansekerta,yang berarti kasih yaitu membawakan kebahagiaan,sukacita,harapan dan kecermerlangan bagi umat manusia.Buddha Maitreya adalah Buddha yang di kenal oleh semua kalangan sebagai Buddha Bahagia,Buddha sukacita,Buddha penuh tawa ria,Buddha yang penuh berkah.Senyuman kasih-Nya disukai oleh setiap orang yang melihatnya,tidak di batasi oleh kewarganegaraan,suku bangsa,kebudayaan dan agama.Buddha Maitreya memiliki kasih sayang yang sangat besar terhadap semua makhluk di dunia.

KARAKTERISTIK PRATIMA BUDDHA MAITREYA :

1.Senyuman Kasih Yang Memenuhi Wajah

Buddha Maitreya mencerminkan cinta kasih-Nya yang tiada tara.Tua-muda,pria-wanita,apapun kewarganegaraan dan keyakinannya,saat memandang pratima Buddha Maitreya secara spontan ikut tersenyum.Semua makhluk bersuka cita.

2.Daun Telinga Yang Terkulai Ke Bawah.

Dengan kasih Buddha Maitreya yang tiada batas mampu mendengar,memahami serta menuntaskan masalah umat manusia yang di ungkapkan dengan berbagai bahasa.Meskipun diri-Nya di marahi dan dicerca namun Beliau tidak pernah emosi dan marah.

3.Leher Dan Dada Yang Lebar.

Hati Buddha Maitreya bermakna lugu polos,tulus dan jujur.Dalam hati-Nya semua makhluk sama rata,tiada diskriminasi.

4.Perut Yang Besar Dan Bulat.

Dengan hati kasih Buddha Maitreya yang tiada tara,menampung segala masalah dunia,tanpa membedakan yang bijksana atau dungu.Hati Buddha Maitreya yang Maha Memaklumi mencerminkan tiada perbedaan dan diskriminasi.

5.Kantong Gaib Buddha Maitreya.

Mencerminkan kasih dan dharma agung Buddha Maitreya yang tiada tara.Kantong-Nya mampu menampung segala benda di jagat raya,mampu membawa kecemerlangan dan kebahagiaan bagi umat manusia serta menyelesaikan kekacauan dunia.

IKRAR AGUNG BUDDHA MAITREYA.

Maha Ikrar Buddha Maitreya yang agung dan mulia adalah :

1,Merubah dunia yang penuh dengan kekacauan ini menjadi dunia damai sentosa .

2.Merubah dunia yang penuh dengan kekotoran menjadi bumi suci.

3.Merubah dunia yang penuh dengan dosa dan kegelapan menjadi dunia Ilahi.

Buddha Maitreya sangat mengasihi dunia ini,mengasihi semua umat manusia,menyayangi burung-burung yang berterbangan di angkasa,hewan-hewan yang berlarian di daratan dan binatang yang berenang di dalam air,mengasihi semua kehidupan yang ada di dunia ini hingga sebutir pasir maupun sebongkah batu.Buddha Maitreya menghormati langit-bumi sebagai orang tua-Nya,Beliau menegakkan ikrar agung untuk membawakan suka cita kepada langit,bumi,manusia dan segala makhluk di muka bumi ini! Beliau bertekad mewujudnyatakan bumi suci dan taman suka cita semesta di dunia ini sehingga langit,bumi,manusia dan segala makhluk hidup abadi,damai sentosa dan bahagia,tiada malapetaka dan bencana.

Buddha Maitreya berikrar menciptakan keharmonisan antar negara dan sesama manusia,melampaui batas kewarganegaraan,suku bangsa,warna kulit,keyakinan dan ajaran.Melenyapkan perbedaan kaya-miskin,hina-mulia,cerdas-bodoh,cantik-jelek sehingga dunia ini mejadi satu keluarga! Perubahan ini harus di awali dari penyucian hati umat manusia dengan cara bervegetarian organik.Buddha Maitreya merupakan pelopor kelestarian bumi dan pendukung pembangunan yang berkesinambungan.Buddha Maitreya adalah guru penuntun dan pembimbing spiritual bagi seluruh umat manusia.Buddha Maitreya adalah perintis perdamaian dan perkembangan dunia.Di tengah dunia yang kacau dan penuh pergolakan ini,Beliau berikrar merubahnya menjadi damai sentosa demi mewujudkan harapan serta dambaan umat manusia.Beliau memiliki hati kasih yang tiada tara,dharma gaib yang tiada batas,jodoh bajik yang terhingga.Penyelamat dunia yang Maha Agung ini adalah Buddha Maitreya.

MAITREYA DI ZAMAN PRA-BUDDHA SAKYAMUNI.

Sejak berkalpa-kalpa tahun yang lalu,Buddha Maitreya telah menjalin jodoh ilahi,jodoh Buddha,jodoh Ketuhanan dengan segenap umat manusia.Di zaman pra-Buddha Sakyamuni sebagai Sarvajna Prabha Manusya Deva.Dalam Buddhis Sarvajna Prabha Manusya Deva Berpantang Daging.Laksanaan kalpa tahun yang lalu di dunia ini pernah terlahir seorang manusia Buddha dengan gelar kesucian Maitreya.Beliau mengajarkan maitri,karuna,mudita dan upekkha sebagai catur paramita untuk membimbing umat manusia.Pada kelahiran sebelumnya Beliau pernah terlahir sebagai seorang pembina sejati bergelar Sarvajna Prabha Manusya Deva yang memiliki kemampuan luar biasa dan kebijaksanaan tiada tara.Karena panggilan cinta kasih terhadap segenap umat manusia,Beliau akhirnya meninggalkan keluarga dan membina di dalam hutan.Orang-orang menyebutnya Manusia Dewa.

Suatu waktu saat Sarvajna Prabha Manusya Deva membina di tengah hutan,terjadi bencana banjir yang menyebabkan penduduk gagal panen dan Manusia Dewa tersebut tidak mendapatkan sedekah makanan selama 7 hari berturut-turut.Saat itu di atas gunung,tinggallah 500 ekor kelinci.Ketika melihat keadaan Pertapa yang memprihatinkan,Ratu kelinci akhirnya bertekad mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan pertapa tersebut agar Buddha Dharma tetap tersebar lestari.Ratu kelinci menyampaikan pesan terakhir kepada anak-anak kelincinya sebagai berikut,”Saya akan mengorbankan diri demi kelangsungan Buddha Dharma.Setelah perpisahan ini kalian pergilah menempuh kehidupan masing-masing dan harus menjaga diri dengan baik”.

Dewa Gunung dan Dewa Hutan turut membantu Ratu Kelinci dengan menyediakan api unggun.Kemudian Ratu Kelinci berpesan kembali,”Ibu akan pergi untuk selamanya demi kelangsungan hidup sang pertapa sehingga Dharma dapat tersebar dan berkembang,akhirnya umat manusia akan mendapatkan berkah tak terhingga!”.Salah seekor anak kelinci berkata,”Mama mengorbankan diri demi kelangsungan Dharma Agung.Ini adalah perbuatan yang bajik,saya juga akan melakukannya!”Saat itu Dewa Gunung dan Dewa Hutan mengabarkan bahwa api unggun telah disiapkan.Tanpa berpikir panjang lagi,anak kelinci langsung melompat ke dalam kobaran api dan diikuti oleh Ratu kelinci.

Saat daging kelinci telah siap dihidangkan,Dewa Gunung memberitahukan hal tersebut kepada sang pertapa.Begitu mendengar ucapan Dewa Gunung,Sang Pertapa tergugah dan menjadi sedih lalu berkata,”Lebih baik aku membunuh diriku dan mengorbankan mataku,aku rela menerima berbagai penderitaan,daripada harus menyantap daging sesama makhluk hidup!” Arti dari perkataan tersebut adalah Beliau rela menjadi buta,hidup dalam penderitaan bahkan mengorbankan nyawanya sekalipun,asalkan tidak melukai makhluk lain.Bersamaan itu pula Beliau menegakkan Ikrar Agung-Nya,”Aku berjanji di setiap kelahiranku yang berikutnya,sedikitpun tak terbetik niat membunuh dan melukai sesama makhluk hidup,apalagi memakan daging mereka.Berjuang dalam maitri karuna guna menempuh jalan Kebuddhaan mencapai kesucian.Selamanya berteguh dalam sila berpantang daging”.Setelah mengucapkan kata-kata tersebut,Sang Pertapa juga melompat ke dalam kobaran api dan wafat.Buddha Sakyamuni bersabda,”Ratu Kelinci pada saat itu adalah diriku dan anak kelinci adalah anakku Rahula,sedangkan Sang Pertapa adalah Bodisatva Maitreya.

Sutra ini menyampaikan kepada kita bahwa sejak awal pembinaan Buddha Maitreya membina diri telah berpantang daging.Kita sebagai pembina sejati selayaknya mengikuti langkah pembinaan beliau,menegakkan ikrar di dalam setiap kehidupan agar terbebas dari niat pembunuhan dan berpantang makan daging.Hingga zaman sekarang Vegetarianisme telah menjadi pola hidup yang mengglobal.Semua ini berkat kasih Buddha Maitreya dan juga merupakan bukti nyata kehadiran zaman Buddha Maitreya pada masa sekarang ini.

Pola pembinaan Buddha Maitreya yakni Berpantang makan daging (vegetarianisme) merupakan jalan yang paling mudah dalam menuntun umat manusia untuk membangkitkan hati kasih dan menjalin jodoh bajik untuk memasuki dunia damai sentosa yaitu Bumi Suci Maitreya di tanah suci erl mei taiwan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s