Serat Benteng Terhadap Aneka Penyakit


Akhir-akhir ini, kita banyak mendapatkan informasi tentang manfaat serat, yang sangat berguna untuk merawat kesehatan, yang tadinya tidak masuk dalam menu makanan, bahkan dijauhi, kini telah menjadi salah satu primadona, serat memang bukan termasuk dalam daftar gizi, karena serat tidak dapat dicerna, namun peran serta serat sangat penting sebagai pembersih dari sisa-sisa metabolisme, mencegah sembelit, mencegah kanker kolon, menstabilkan gula darah, mengatasi masalah obesitas, dll.

Serat bisa di peroleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran, serta kandungan nutrisi lainnya, seperti : mineral, vitamin, protein, lemak dan karbohidrat, juga enzim-enzim yang terkandung didalamnya, untuk membantu proses pencernaan, mencegah kanker, mencegah penuaan dini dan meningkatkan daya tahan tubuh juga stamina. Dari semua manfaat di atas tersebut kita tahu serat sangat berguna untuk merawat dan menjaga kesehatan kita yang mana setiap hari telah terkena pencemaran baik dari udara, air, juga pengaruh pola hidup kita sehari-hari. Karena laju perubahan dan tuntutan kehidupan yang begitu cepat, membantu kita masuk ke dalam kondisi stress bahkan depresi. Demikian pula pengaruh makanan yang kita konsumsi seharusnya bukan sekedar untuk mengenyangkan perut, melainkan makanan yang bergizi. Sebab organ tubuh tak akan berfungsi dengan baik bila tubuh kekurangan nutrisi.

Dibandingkan dengan protein, vitamin, zat gizi lainnya, serat makanan sering kali kita jumpai dengan masakan vegetarian. Serat sayuran banyak memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama dalam hal mencegah timbulnya penyakit. Mulai dari sembelit hingga penyakit jantung dan kanker usus. Jadi jangan anggap remeh serat. Serat makanan juga berfungsi menjaga kesehatan tubuh, mencegah penyakit dan untuk terapi pengobatan. Sejumlah penyakit berkaitan dengan tidak kecukupan konsumsi serat dalam menu sehari-hari. Seperti kanker kolon, tingginya kolesterol darah, diabetes, divertikulosis, konstipasi (sembelit). Diet serat larut seperti dilaporkan Food Facts Asia (1999), menurunkan kadar kolesterol darah dan membantu mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Serat larut terdapat dalam buah, sayuran, biji-bijian (gandum) dan kacang-kacangan (buncis). Pektin (serat larut air dari buah) menurunkan kadar kolesterol LDL. Sayur dan buah kaya akan serat yaitu labu, jagung, bayam, kentang, kubis, pabrika, buncis, sawi hijau, jambu biji, pisang, apel, pepaya, mangga, sirsak, nenas, anggur, alpukat, belimbing, dan semangka.

Selain ikut menjaga fungsi kolon secara normal, peninggalan asupan serat juga memperbaiki fungsi kolon. Resiko kanker kolon pun menjadi rendah dengan tingginya asupan serat, terutama serat tak larut air. Juga pernah dituturkan oleh dr. Aziz Rani Sp. PD di jakarta, diet kaya serat (buah dan sayuran), vitamin B (folat dan metionin) dan kalsium, plus olahraga dapat menurunkan resiko kanker Usus Besar atau Kolorektal. Terungkap pula dari hasil riset yang sempat dipubrikasikan International Journal of Cancer, serat larut air (seperti bubur gandum dan buah) dan serat sulit larut (pada kulit dan biji buah) berdampak protektif terhadap kanker. Terindikasi, asupan serat berperan penting bagi pencegahan kanker mulut.

Serat makanan diketahui memperlambat penyerapan dan pencernaan karbohidrat. Juga membatasi insulin yang dilepas ke pembuluh darah. Terlalu banyak insulin (hormon pengatur kadar gula darah) menghasilkan protein dalam darah yang menambah resiko munculnya kanker. Serat pun dapat melekat pada partikel penyebab kanker kalau membawanya keluar dari dalam tubuh. Serat dibutuhkan setiap hari, tubuh dewasa memerlukan 25-35 gram setiap hari, tergantung berat badan. Serat sejumlah tersebut baru terpenuhi bila setiap hari mengkonsumsi : 2-3 porsi nasi dari beras tumbuk yang masih ada kulit ari, 2 porsi biji-bijian (kacang hijau, kedelai dll), 6 porsi sayur dan buah-buahan, dan 8-10 gelas air agar serat berfungsi optimal. Sayangnya, saat ini semakin sedikit makanan yang tinggi serat. Masyarakat kita lebih memilih makanan praktis dan enak, mudah diawetkan tetapi tidak ada seratnya. Bahkan banyak mengandung lemak seperti Fried Chicken tanpa tambah sayur  😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s