Hakekat Waktu


Yang Ada Hanyalah Hari Ini. Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu dikhawatirkan. Yang pertama; hari kemarin. Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja. Yang kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, kita tak tahu apa yang akan terjadi. Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja. Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri kita untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila kita mampu memanfaatkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.

Aturlah Waktu Untuk Mengatur Kehidupan. Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng jam usai kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas. Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan mata. Namun, esok hari ketika lonceng jam mulai kerja berdentang, semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak tidur semalam. Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali. Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan. Karena waktu adalah lingkaran di mana kehidupan berjalan. Kita atur waktu untuk mengatur kehidupan. Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka yang tak kenal waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.

Selamat Tahun Baru ” Tahun Baru Yang Abadi”. Mari bermain-main dengan ” waktu ” sejenak. Pernahkah kita melihat bagaimana sebuah film animasi kartun dibuat? Ya, seorang pelukis melukis ratusan lembar gambar kartun untuk menangkap setiap sepersekian detik gerak animasi. Kemudian ia membundel semua lembar itu berurutan, dan membaliknya cepat-cepat dengan ibu jarinya. Maka, gambar yang semula ”mati” itu menjadi tampak bergerak seolah-olah hidup.

Pernahkah kita membayangkan bahwa seperti itulah hidup ini tercipta? Setiap gerak adalah ” gambar hidup ” baru menggantikan” Gambar ” itu hidup dan mati dengan teramat – amat cepat. Jauh lebih cepat dari kerjapan mata. Pernahkah kita membayangkan bahwa hidup ini bagaikan lidah api lilin? Setiap lidah api lilin adalah (gambar) baru yang menggantikan lidah api lilin (gambar) sebelumnya yang telah padam. Mata kita tak mampu menangkap hidup dan matinya lidah api itu, karena geraknya yang teramat-amat cepat. Relevankah bila kita berbicara tentang ” waktu ” dalam hidup yang ” semacam” ini? Bukankah setiap waktu adalah waktu ” sekarang ” yang baru? Setiap waktu adalah tahun baru? Tahun baru yang abadi. Setiap waktu adalah makan sehat vegetarian 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s