Makan Untuk Hidup


Tak makan daging berarti bervegetarian? Praktisnya jika bervegetarian jelas tak ada sapi, babi, domba, ayam, ikan, udang, katak, cumi-cumi, maupun dinosaurus (jika masih hidup) untuk dimakan. Pendek kata seorang vegetarian tidak memakan daging apapun dan dalam bentuk bagaimanapun. Tapi benarkah manusia bisa hidup sehat hanya dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan? Hari ini vegetarian bukan bagian dari mayoritas. Tetapi kelak mereka yang bervegetarian akan menjadi perintis bagi kelompok yang lebih besar di masa depan. Kelompok manusia yang peduli kepada sesama, saudara-saudara sepenciptaan dan tanah air buminya. Karena itu selamat kepada Anda dan jangan merasa sungkan ketika Anda berkata,” Saya vegetarian ”. Juga sebenarnya tak perlu putus asa ketika harus berulang kali menghadapi segudang kisah ” tanpa daging ”. Tanpa daging, bagaimana bisa mendapatkan protein yang cukup. Bagaimana mendapatkan zat besi yang cukup untuk membentuk darah. Belum lagi darimana tubuh bisa mendapatkan kalsium, vitamin B kompleks, seng, asam folat, asam linolenat dan segala macam asam lemak esensial.

Jika Anda adalah seorang vegetarian, Anda pasti pernah lebih dari sekali menghadapi salah satu atau bahkan semua keraguan di atas. Sebenarnya hanya masalah kurang informasi dan salah kaprah menganggap tumbuh-tumbuhan sebagai kasta kelas dua. Tak urung salah paham ini bisa menjadi picu perang antara anak dan ibunya. Seorang anak kecil setelah menonton film Babe memutuskan tidak mau lagi makan babi. Hewan-hewan dalam Babe, babi, bebek, ayam, sapi, bagi sang anak adalah teman dan bukan barang makanan. Terutama babi lucu bernama Babe yang mengemaskan. ” Saya nggak mau makan Babe dan teman-temannya.” Ibu pun kaget. Atau kisah suami setelah membaca buku Philip Kapleau ” To Cherish All Life” (Hidup Bahagia bagi Semua) mendapatkan semacam pencerahan. Jika binatang pun mempunyai watak Buddha yang sama dengan watak Buddha-ku, juga bisa menderita dalam kesakitan, mengapa aku masih masih memakannya?

Ada lagi cerita mahasiswa setelah sibuk ujian usai merenungi bahan kuliahnya. Terngiang-ngiang segala macam bahan kimia yang digunakan untuk membesarkan ternak. Bovine somatotropin, penicillin, erythromycin, nitrat, nitrit. Tak urung lagi masih ada pemcemaran bakteri botulinum, salmonella. Semua hormon, antibiotik, zat pengawet bukan laku di teori tetapi akhirnya tiba di tubuhku melalui daging yang akan aku makan. Bebagai senyawa-senyawa pemicu kanker. Di tambah lagi kandungan utama daging, kolesterol dan lemak jenuh. Terbayang-bayang jantung, stroke, darah tinggi. Lebih baik vegetarian. Tapi lebih baik lagi jangan sampai ketahuan teman-teman. Atau bakal menjadi sasaran lelucon.” Jadi nggak makan daging lagi? O sapi, kambing, kelinci, kuda, kerbau dan gengnya kaki dua. Sekarang rumput di halaman sudah tak perlu dipangkas. Ada yang mau rumput.” Banyak pertanyaan bagaimana dan ejekan sebenarnya membungkus kekhawatiran. Kekhawatiran tentang ketidakcukupan protein, kalsium, zat besi dan vitamin, mineral lainnya. Kenyataan yang sebenarnya teramat sangat mengherankan sekaligus memprihatinkan. Mengapa lebih banyak orang yang merasa manusia perlu memakan binatang daripada tidak. ” Sekedar ” untuk mendapatkan macam-macam zat gizi dan tak percaya tumbuh-tumbuhan dengan biji-bijian yang diciptakan Tuhannya (binatang mestinya tidak punya cita ketuhanan meski tak pelak juga membagi Tuhan yang sama dengan adik evolusinya, manusia) sudah lebih dari cukup untuk menghidupi.

Tak hanya itu. Konyolnya lagi, banyak yang mudah menutup mata terhadap kenyataan bahwa daging yang meraja di makanan non-vegetarian telah terbukti menjadi sumber kolesterol dan lemak yang menyumbat pembuluh darah manusia. Belum lagi ditambah dengan berbagai senyawa beracun dan pemicu kanker yang banyak terkumpul dalam daging. Begitulah nyatanya dunia berjalan. Ada sisi kepala, ada sisi ekor. Ada kontra karena ada pro dan sebaliknya ada pro karena ada kontra. Para pemakan daging merasa setiap orang mutlak membutuhkan daging untuk hidup sehat. Sedangkan para vegetarian percaya bahwa tak makan daging justru adalah langkah pertama menuju hidup sehat. Pemakan daging mengkhawatirkan rekannya yang bervegetarian akan kekurangan protein, kalsium, vitamin B12, zat besi, dan entah apalagi. Dan kubu vegetarian tak berhenti menjadi suara yang mengingatkan mengapa berbagai penyakit seperti penyakit jantung sukses bertahta sejak dikenali Hippocrates.

Jika Anda bervegetarian, pelajari fakta-fakta yang sangat mendasar tentang nilai plus bervegetarian. Mengapa vegetarian menawarkan jawaban terbaik bagi kesehatan Anda. Dan bagaimana pengetahuan nutrisi membuktikan hubungan penyakit dan makanan yang dikonsumsi. Dari era sebelum Masehi, negarawan dan filsuf Romawi sudah mengumandangkan bahwa manusia tidak hidup untuk makan. Tentu manusia tidak mengabdikan hidupnya dari pagi sampai malam untuk makan. Dipahami kata perkata memang begitu. Peringatan dibaliknya adalah jangan sampai dibunuh oleh makanan. Tragis, ironis, aneh tapi nyata, atau apalah, kenyataannya memang begitu. Dan mengapa vegetarian membantu manusia mencapai kesehatan optimal sekarang dan seterusnya 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s