Hidup Sehat


Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Hidup sehat dan terus sehat adalah dambaan setiap orang. Sehat raga, sehat jiwa, sehat keluarga, sehat pekerjaan, sehat keuangan. Pendek kata sehat dalam segala aspek kehidupan dan tak pelak keutamaan hidup sehat adalah kesehatan jasmani dan rohani. Mereka adalah dua pilar saling mendukung. Tetapi jika harus memilih seperti kata pepatah, mens sana in corpore sano. Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tubuh sehat tetaplah paling berharga, baik manusia awam yang bergelut dengan kesibukan dunia maupun biarawan di pelosok dunia yang hanya diketahui segelintir orang. Tubuh yang melakukan kerja dan tubuh yang membuat niat kebajikan menjadi karya nyata. Tubuh yang memungkinkan panggilan hati nuraniah terwujud sebagai kenyataan. Tanpa dukungan kesehatan solid maka tidak akan mudah bekerja dan melaksanakan panggilan tugas dengan kemampuan terbaik.

Apabila tubuh berpenyakit maka lebih banyak lagi yang tidak bisa ditunaikan. Bahkan tubuh sakit-sakitan kerap menyebabkan pekerjaan yang seharusnya mampu dilakukan menjadi tidak bisa. Tapi tidak sakit tidak berarti sehat karena sehat tidak hanya berarti tak sakit. Sehat juga mengandung unsur kesegaran, kekuatan sekaligus kelincahan serta ketahanan. Mampu melaksanakan kerja fisik cukup berat dan tidak mudah lelah adalah contoh praktisnya. Atau seharian bergelut dengan pekerjaan di kantor tetapi tidak pulang ke rumah seperti tentara kalah perang. Hanya mungkinkah manusia bisa hidup sehat dan tetap sehat hingga usia senja? Mungkinkah sekali sehat terus tetap sehat? Itu yang akan dibicarakan disini. Untuk satu alasan. Hidup sehat bukan tak mungkin.

Kesempurnaan tubuh manusia dan kesehatannya adalah anugerah Tuhan. Diberikan gratis kepada manusia sejak hembusan nafas pertamanya. Tubuh yang kuat, mampu mengangkat beban dan berlari kencang seharusnya adalah milik manusia. Dari kecil sampai dewasa hingga tua, tubuh manusia tidak diprogram untuk tak sehat apalagi menjadi kumpulan otot dan tulang rongsok. Meski tak dipungkiri jika akhirnya justru jauh lebih banyak manusia sakit-sakitan di usia tua dan meninggal karena penyakit. Kematian tampaknya sudah bergeser dari kelengkapan makna kehidupan kepada akhir stadium perkembangan penyakit. Barangkali lebih mudah jika lubang jarum dilewati unta daripada menemukan orang tanpa masalah kesehatan di kota-kota dengan fasilitas kesehatan serba canggih. Manusia dan penyakit layaknya pria – wanita tak terpisahkan. Penyakit demi penyakit bermunculan seperti keseimbangan kelahiran pria dan wanita. Pada hal ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran semakin melaju dengan penemuan medis menakjubkan. Di pertengahan abad ini saja, pakar biologi James Watson dan Francis Crick berhasil menguak apa yang mereka perkenalkan sebagai ” the secret of life”, rahasia hidup. Yakni molekul yang berperan dalam bisnis pewarisan dari orang tua kepada keturunannya. Hingga menjelang tahun Olimpiade sydney, Scientific American dalam perayaan 150 tahun penemuan sains menurunkan artikel dengan judul ” Mapping the Future”, memeta masa depan. Seakan kegemilangan masa depan sudah terbentang. Selesai seperti mendirikan Golden Gate saja.

Ironisnya, semua kebanggaan manusia dan bang-bang-bang ini tak bisa membentenginya dari bom-bom penyakit yang terus-menerus melandanya. Keberhasilan pengobatan penyakit lama belum lagi menggembirakan sudah muncul penyakit baru. Contohnya penyakit jantung. Sudah dikenali oleh Hippocrates, abad IV sebelum Masehi. Dua ribu empat ratus tahun yang lalu dan periode yang sudah puluha kali lebih panjang dari masa ratu pemegang tahta terlama di dunia, Ratu Elizabeth II. Tetapi penyakit jantung masih sukses bertahta sebagai pembunuh nomor satu. Ada yang tak beres? Kuncinya adalah manusia, sang saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s