Makanan Organik Lebih Sehat?


Tiba-tiba saja orang bicara soal makanan organik. Gerai penjualan buah dan sayuran organikpun, belakangan semakin menjamur. Apa sih, makanan organik dan benarkah lebih sehat ketimbang makanan konvensional? Beberapa tahun belakangan, makanan atau pangan organik semakin disukai orang. Pangan organik adalah semua jenis pangan yang berasal dari organisme hidup (hewan atau tumbuhan). Organik sendiri adalah sesuatu yang mengandung karbon. Namun, saat ini istilah organik digunakan secara terbatas untuk produk-produk tanaman yang tidak atau hanya sedikit menggunakan pestisida dan pupuk buatan. Dengan begitu, seharusnya semua pangan yang mengandung pestisida dan pupuk buatan, tetapi di dalam unsurnya mengandung karbon, bisa juga disebut sebagai pangan organik. Namun, karena kekurangtahuan beberapa pihak, akhirnya pangan organik hanya terbatas pada pangan yang penggunaan bahan-bahan yang diusahakan secara non-pestisida dan non-pupuk buatan tadi. Defenisi inilah yang  sekarang diketahui awam, karena membedakan benar antara pangan organik dan pangan konvensional. Orang tahunya, pangan konvensional ya terbatas pada makanan-makanan yang diusahakan secara modern dengan menggunakan teknik budidaya seperti pupuk buatan, pestisida dan bibit unggul. Dalam pertanian organik, produknya tidak bersentuhan dengan senyawa kimiawi seperti copper, sulfur dan nikotin, yang merupakan bahan dasar pestisida, tapi sering dikaitkan dengan penggunaan pupuk kandang dan kompas.

Kesadaran Lingkungan Bagaimana dengan pangan konvensional? Pangan konvensional, terbatas pada makanan-makanan yang diusahakan secara modern, dengan menggunakan teknik budidaya seperti pupuk buatan, pestisida dan bibit unggul. Kekhawatiran orang terhadap pangan konvensional tidak lepas dari digunakannya bahan kimia. Tak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan residu pestisida dalam bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang memungkinkan dapat berakumulasi dengan tubuh. Padahal, ada sinyalemen bahwa residu pestisida dalam tubuh manusia bisa bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Para petani di Negara-negara maju sebagian besar sudah melek pengetahun, sehingga mereka mau mengikuti aturan tentang dosis pupuk dan pestisida. Ini berbeda dengan petani-petani dinegara yang sedang berkembang pemdidikannya rendah. Kemampuan untuk menyerap informasi teknologi menjadi kurang maksimal. Akhirnya, penggunaan pupuk dan pestisida kurang memperhatikan aspek lingkungan. Kebanyakan orang mengkonsumsi makanan organik karena dorongan dan kesadaran akan lingkungan, serta demi penyelamatan kesehatan generasi penerus. Dengan mengkonsumsi pangan organik, mereka dianggap berjasa menyelamatkan lingkungan dan meminimalkan penggunaan pestisida maupun pupuk buatan. Pangan organik dianggap bersahabat dengan lingkungan, karena mengambil dari alam dan mengembalikannya kembali ke alam sambil menjaga keragaman hayati (tidak perlu membunuh makhluk hidup secara berlebihan karena penggunaan musuh alami atau pestisida dari bahan tanaman sendiri). Pangan organik dinilai telah berjasa menyelamatkan lingkungan dengan meminimalkan penggunaan pestisida dan pupuk buatan.

Yang Harus Diperhatikan : Pilihlah sayuran atau buah-buahan yang memang telah memiliki label jelas, cucilah sayur atau buah organik dengan air yang mengalir (keran) beberapa kali, atau cuci dengan kalium fermanana yang merupakan bagian dari pencuci hama. Tujuannya agar sayuran terhindar dari sisa telur ulat. Rebuslah sayuran dengan panas yang cukup, sehingga telur atau bakteri yang menempel akan mati. Salah satu kaidah kesehatan dan makanan yang serasi adalah bahwa makanan harus organik, lengkap, murni dan segar. Semakin organik makanan itu sebagaimana diciptakan Tuhan, semakin tinggi nilai gizinya. Makanan yang belum diproses lebih bergizi daripada yang sudah diolah, dikupas atau dimasak. Makanan asli jauh lebih baik bagi kita daripada makanan yang diberi bahan pengawet, pewarna, perasa buatan atau segala jenis zat kimia. Banyak bahan kimia yang kini ditambahkan dalam produk makanan komersial sebenarnya tidak boleh dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Pilihlah makanan organik yang bervariasi agar kebutuhan nutrisi gizi tubuh tetap seimbang dan menyehatkan. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s