Makanan Sebagai Dasar Kesehatan


Semua manusia ingin maju dan bahagia. Salah satu dasar yang penting dan perlu untuk mencapai kemajuan dan kebahagiaan tersebut adalah kesehatan. Kekuatan tubuh dan ketangkasan otak juga merupakan syarat penting. Dalam membentuk kekuatan tubuh dan kecerdasan otak, makanan memainkan peranan penting. Jadi, makanan sebenarnya menjadi pokok perhatian setiap orang. Sebab tidaklah cukup jika makan hanya menurut selera, seadanya saja, atau hanya makan apa yang sanggup kita peroleh. Kita harus mencari tahu apa kebutuhan tubuh kita, lalu mencari jalan untuk mendapatkannya, biarpun melalui jalan yang baru. Menurut hemat saya, orang yang ada di pedalaman atau daerah terpencil, termasuk petani-petani bisa menikmati makanan yang memenuhi syarat dalam membangun tubuh yang sehat dan kuat. Justru petanilah yang mendapatkan pertama untuk memperoleh makanan yang sehat, sebab merekalah orang yang terdekat pada sumber makanan. Penghuni kota pun bergantung pada mereka dalam hal ini. Bukan saja orang yang mempunyai lebih banyak uang yang dapat menikmati makanan yang lebih baik. Makanan tidak hanya tergantung dari uang, melainkan dari usaha sendiri, terutama usaha sebagai petani. Makanan yang lebih bergizi sebagian besar datangnya dari tanaman. Hanya harus dipelajari tanaman mana yang harus dikembangkan, tanaman mana yang bisa menjadi makanan yang lebih bermanfaat dan lebih berguna.
Apabila di dalam menu makanan kita cukup banyak mengandung vitamin E, yang banyak terdapat pada kedelai, maka badan kita lebih dapat bertahan awet muda. Oksigen yang dihisap ketika bernafas, di dalam tubuh digunakan untuk proses oksidasi atau proses pembakaran zat-zat gizi, terutama lemak. Proses pembakaran ini akan menghasilkan tenaga. Ada suatu fragmen molekular yang sangat kecil, yang disebut radikal bebas, yang dapat mengganggu proses pembakaran itu. Zat radikal bebas itu adalah suatu substansi yang tidak stabil, yang jika ada oksigen akan beraksi dengan lemak tidak jenuh membentuk feraoksida. Misalnya yang terjadi di luar tubuh, pada mentega atau makanan lainnya yang banyak mengandung lemak, reaksi radikal bebas menimbulkan bau tengik. Di dalam tubuh, reaksi radikal bebas menyebabkan kerusakan sel dan lapisan-lapisan pelindung yang mengelilingi sel. ”Akumulasi kerusakan sel ini dalam waktu lama menimbulkan tanda-tanda ketuaan seperti bintik-bintik hitam dimuka dan keriput. Nah, vitamin E adalah zat antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari reaksi radikal bebas itu. Dengan meningkatnya konsumsi lemak tak jenuh, yang banyak terdapat dalam kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, yang bisa menurunkan kolesterol darah, berarti memerlukan vitamin E untuk menetralkannya. Untung, dalam minyak kedelai, selain ada lemak tak jenuh, juga mengandung vitamin E. Selain itu sudah terbukti, pasien yang kadar kolesterol darahnya tinggi, setelah makanan yang mengandung campuran protein diganti dengan protein kedelai, kadar kolesterol darahnya turun. 🙂

1 Response so far »

  1. 1

    bayu said,

    terima kasih gan buat infonya.. sangat membantu sekali.. salam kenal dan sukses selalu..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s