Bebek – Pemandu Untuk Si Buta


Satu contoh paling menakjubkan dari perhatian binatang terhadap sesamanya diingat oleh Cleveland Amory dalam buku kecilnya yang indah, Animail. Dia mengisahkan seorang saintis bernama Dr. Arthur Peterson, yang tinggal di DeBary, Florida. Beberapa tahun yang lalu, Dr. Peterson mengamati ada beberapa aktivitas ganjil dilakukan oleh bebek di danau yang berada di lahan miliknya. Menjadi sangat terpesona dengan apa yang dilihatnya, Dr. Peterson mulai mempelajari bebek, dan segera menyadari ada bebek jantan (yang dipanggilnya ‘ John-Bebek ‘ ) yang aneh dan memberikan perhatian terus-menerus kepada bebek betina tertentu (dinamakan ‘ Mary – Bebek oleh Dr. Peterson). Saat itu bukan musim kawin, jadi tidak ada penjelasan mengapa bebek jantan itu terus-menerus mendekati bebek betina. Sebuah perilaku yang aneh menurut Dr. Peterson. Didorong rasa ingin tahu, dan dia terus mengamati bebek-bebek untuk mencari petunjuk. Suatu hari dia memperhatikan ada saat John-Bebek meninggalkan Mary-Bebek sendirian sebentar saja, dan pada detik itulah dengan cepat dia mendekati Mar-Bebek, menebarkan jala, dan memeriksanya. Alangkah kagetnya, Dr. Peterson menemukan ternyata Mary-Bebek buta sama sekali. Tersentuh dengan implikasi penemuannya, Dr. Peterson membebaskan Mary-Bebek yang tidak bisa melihat. Tak lama kemudian, John-Bebek muncul, dan segera memeriksanya. Kemudian ‘ bebek – yang matanya bisa melihat ‘ ini mengeluarkan serangkaian teriakan kuak keras meyakinkan, dan memandu Mary-Bebek pergi.’

Betapa seekor bebek tahu arti untuk melindungi yang lemah. Bagaimana dengan kita manusia? Mungkin kita justru memanfaatkan kesempatan untuk menjatuhkan dan memanfaatkan yang lemah dan tak berdaya. Apakah karena seekor sapi, babi, kambing, ayam, ikan, tak bisa berbicara, tak bisa melawan, tak bisa menggertak, tak punya taring dan yang hanya bisa pasrah, lemah tak berdaya, lalu kita sebagai manusia bisa seenaknya menjagal dan memakan mereka? Jika demikian, kita bahkan lebih rendah dari seekor John-Bebek. Inilah kisah nyata untuk menyadarkan kita semua supaya di meja makan tidak ada hidangan menu bebek goreng  🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s