Lebih Sehat Dengan produk Organik Dan Ramah Lingkungan


Hidup secara organik dan ramah lingkungan bisa meningkatkan kualitas kesehatan manusia. Manfaat kesehatan ini  tak terhitung nilainya dengan uang. Demikian ungkap Bibong Widyarti sebagai konsumen organik saat talkshow tentang “Gaya Hidup Ramah Lingkungan” di ajang Indonesia Organic and Green Fair 2010, di Lapangan Taman Koleksi, Kampus IPB Baranangsiang, Jawa Barat (6/11).

“Produk organik tidak mengandung residu pestisida yang berbahaya terhadap kesehatan. Selain itu rasanya lebih manis dengan aroma khas sehingga bisa menambah selera makan,” ungkap Bibong.

Menurut Bibong, biasanya kandungan nutrisi produk organik juga lebih tinggi. Seperti beras organik, kandungan vitamin B nya lebih tinggi, sehingga dia tidak perlu membeli vitamin B tambahan untuk menjaga kesehatannya.

Sedangkan menurut Endah Lasmadiwati, yang juga adalah salah seorang nara sumber di acara tersebut dan juga adalah pelestari tanaman obat dan pengembang kesehatan alami Taman Sringanis, makanan dan minuman bisa menjadi obat. Bahan-bahan olahan makanan dan minuman yang berasal dari tanaman ini mengandung zat-zat nutrisi yang bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

“Yang penting dalam menjaga kesehatan adalah tau hak dan kewajiban dalam menjaga keseimbangan tubuh. Sakit terjadi bila ada gangguan keseimbangan, tubuh,” kata Endah saat talkshow yang dipandu oleh Melly Manuhutu ini.

Hak dan kewajiban untuk menjaga keseimbangan tubuh bisa dilakukan dengan pola makan, pola hidup, perilaku dan tata cara berbicara dan berpikir secara positif. Satu kesatuan antara pikiran, perasaan, dan aktivitas akan meningkatkan keseimbangan dan kesehatan tubuh.

Lebih Efisien

Selain alasan kesehatan, dengan memilih produk organik juga lebih efisien. Inilah mengapa Bibong berani mengatakan bahwa produk organik tidak semahal yang dibayangkan karena nilai tambahnya yang banyak. Selain nutrisi lebih tinggi, produk organik juga lebih efisien. Beras organik lebih hemat air karena tidak perlu banyak air untuk mencucinya ataupun untuk memasaknya. Beras organik juga tidak  cepat basi sehingga mengurangi sisa yang berarti mengurangi sampah dan tidak perlu memasak beras lagi.

Di acara yang sama, Noni Arkendita, dari KAIA Jakarta menuturkan bahwa untuk hidup yang ramah lingkungan juga bisa dengan mengelola sampah. Jumlah sampah di kota Jakarta sebesar Candi Borobudur sehari. Inilah yang menjadi alasan Noni prihatin dan tergerak untuk menguranginya. Yang perlu dilakukan menurut Noni yaitu dengan menggunakan lagi (reuse), memperbaiki (recovery), mengurangi (reduce) dan menggunakan lagi (recycle).

“Bagi saya sampah berpotensi untuk membuat  satu kreatifitas. Sampah bisa diolah menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis,” kata pengrajin aneka produk dari sampah plastik ini.

Tidak ingin bergerak sendiri, Noni pun memberi kesempatan bagi masyarakat sekitarnya untuk mengembangkan kerajinan dari sampah plastik ini. Dia tidak segan-segan mengajar masyarakat secara kelompok tentang kerajinan membuat aneka tas dari bahan plastik.

“Kreatifitas masyarakat dalam mengolah sampah ini bisa menjadi ketrampilan yang menghasilkan,” kata Noni🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s