Manfaat Durian


Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah” raja dari segala buah” ( king of Fruit) dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya sebagian yang lain muak dengan aromanya.

Kegunaan: durian terutama dipelihara orang untuk buahnya yang umumnya dimakan ( arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salaut biji ini umunya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Secara tradisional daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian ( biasa disebut lempok), atau memfermentasikan menjadi tempoyak. Selanjutnya tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakn seperti sambal tempoyak atau untuk campuran memasak ikan. Durian pun diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut ( ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini durian ( atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya. Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun an tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena ( cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun ( pucuk), mahkota bunga dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran. Beberapa bagian tumbuhan terkadang diamnfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat deman. Daunnya dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan unutk menyembuhkan cantengan( infeksi pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit ( sakit kurap) dan susah buang air besar ( sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan campuran pewarna tradisional. Beberapa masyarakat di jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir ( repellent) nyamuk dengan meletakkannya disudut ruangan. Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan namun tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas dan bahan konstruksi ringan di bawah atap asalkan tidak bersentuhan dengan tanah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s