Membesarkan Anak Vegetarian


Ketika anak perempuan saya, Jilly, masih bayi, dia tidak pernah menderita colic (mulas/sakit perut pada bayi), infeksi telinga, flu, atau penyakit serius lainnya. Anak laki-laki saya, Dash, juga mengikuti contoh kakaknya. Teman-teman saya berpikir bahwa saya hanya beruntung, tetapi sesungguhnya semua ini terjadi karena pola makan anak-anak saya.

Keputusan saya untuk membesarkan anak-anak saya dengan pola makan vegan telah mengusik seluruh keluarga saya. “Mereka akan menjadi sakit dan kurus kering,” kata mereka. Tetapi faktanya, saya telah memberi permulaan hidup yang lebih baik kepada anak-anak saya. Saya mengakui bahwa pada awalnya saya memiliki keragu-raguan. Memang benar, saya telah menjadi vegan selama bertahun-tahun. Tetapi bukankah anak-anak berbeda? Saya tahu bahwa banyak penyakit yang dialami orang dewasa seperti kanker, jantung, dan stroke berakar dari pola makan daging. Tetapi bagaimana dengan bayi? Ternyata jawabannya sangat mengejutkan saya. Konsumsi susu sapi pada anak-anak terkait dengan asma, alergi, pendarahan pada usus, bahkan diabetes pada anak-anak!

Dokter anak saya juga skeptis pada awalnya. (Ketika anak perempuan saya mulai belajar memakan makanan padat, dokter saya berkata, “Campurkan daging dengan buah-buahan untuk menyamarkan rasanya. Bayi saya tidak suka daging karena daging terasa mati bagi mereka.”) Tetapi bagaimanapun juga, saya mendapatkan konfirmasi dari konsultan nutrisi anak saya: Anak-anak tidak tergantung pada produk hewani, mereka dapat tumbuh lebih baik tanpa produk hewani! Konsultan nutrisi tersebut memberikan saya kepercayaan diri dan instruksi-instruksi yang mudah untuk saya ikuti. Berikut adalah hal-hal yang saya pelajari:

• Bayi yang disusui dengan ASI (Air Susu Ibu) jauh lebih sehat dan bahagia daripada bayi yang disusui dengan susu formula. Banyak bayi yang menangis tidak henti-hentinya karena mulas ternyata disusui dengan susu yang berasal dari sapi. Saya telah menyalurkan proteksi dan kekebalan tubuh saya melalui ASI, dan sejak saya menjadi vegan, saya tidak menyalurkan pestisida yang terkonsentrasi tinggi dari dalam tubuh hewan. Saya bahkan juga menurunkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome—Sindrom kematian mendadak pada bayi) yang umumnya terjadi pada bayi yang disusui dengan susu formula.

• Apabila Anda tidak dapat memberikan ASI, susu formula dari kedelai jauh lebih mudah diterima oleh sistem pencernaan bayi daripada susu formula dari sapi. Dan susu formula seperti ini telah tersedia dalam bentuk bubuk ataupun cair.

• Anak-anak saya tidak pernah mengalami masalah dengan protein, kalsium, atau zat besi. Kebanyakan anak-anak dan orang dewasa memakan terlalu banyak protein, dan karena mereka mendapatkannya dari produk hewani, mereka juga memasukkan lemak-lemak yang dapat menyumbat pembuluh darah ke dalam tubuh mereka. Sebenarnya terlalu banyak mengonsumsi protein dapat menyebabkan tubuh kita kehilangan kalsium, karena itu memengonsumsi susu sapi adalah cara yang sangat kurang efektif untuk menguatkan tulang.

Setiap hari, anak-anak saya membuktikan bahwa saya benar. Anak perempuan saya sekarang telah berumur 6 tahun. Dia tinggi, kuat, dan juga atletis. Dia mulai bermain sepak bola sejak berumur 18 bulan dan mengambil kelas menari sejak berumur 3 tahun. Dia tidak pernah menderita bronchitis ataupun infeksi tenggorokan. Saat ini adiknya juga mengejutkan dokternya dengan kenaikan berat badannya yang sangat baik.

Masih ada keuntungan lainnya. Sekarang anak perempuan saya telah cukup besar untuk mengerti bahwa hamburger dulunya adalah seekor sapi dan drumstick (paha ayam goreng) dulunya adalah seekor ayam. Dia merasa sangat senang bahwa dia telah ikut menjalankan perannya untuk menghentikan kekejaman terhadap hewan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s