Apa Bedanya, Membunuh Sayur sama dengan Membunuh Hewan?


Pemakan daging sering mengatakan, “Sekalipun hanya mengkonsumsi sayuran, kamu juga telah merampas hidupnya. Lalu apa bedanya merampas nyawa, katakanlah seekor babi atau merampas nyawa sayuran?” Saya akan menjawab: bedanya bagaikan langit dan bumi. Apakah kentang melenguh dengan pilu ketika dipanen sebagaimana halnya anak sapi yang dipisahkan dari ibunya? Apakah seledri berteriak-teriak penuh kesakitan dan ketakutan ketika dia dicabut dari tanah seperti seekor babi yang akan disembelih dan lehernya dipotong? Oh… katakan bagaimana sedih, sepi, dan takut yang dirasakan kepala kubis.

Kita tidak membutuhkan poligraf untuk menunjukkan bahwa tanaman juga memiliki tingkat kesadaran yang sangat primitif, yang berbeda jauh dengan produk sistem saraf mamalia yang telah berkembang canggih. Kita juga tidak perlu melakukan pengujian untuk membuktikan bahwa sapi, babi, dan domba juga bisa menderita tingkat kesakitan yang sama seperti manusia. Lihatlah ketika binatang meronta-ronta, melolong, menangis, dan menunjukkan ketakutannya ketika dipukul atau ketika terluka dan melakukan segala cara untuk dapat menghindarinya.

Sebenarnya banyak buah dan sayur yang bisa dipetik tanpa membunuh atau bahkan merugikan tumbuhan yang bersangkutan. Misalnya buah beri, melon, legum, kacang-kacangan, biji-bijian, pumpkin, jeruk, okra dan lain-lainnya. Lagipula kebanyakan tanaman tahunan seperti halnya kentang dipanen setelah akhir hidup alaminya.

Banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa gigi, rahang, dan usus kecil manusia yang panjang dan berkelok secara alami tidak cocok untuk mencerna daging. Kita lihat perbandingan saluran pencernaan. Pada manusia, saluran ini mencapai 10-12 kali panjang tubuh tetapi binatang karnivora seperti serigala, singa, dan kucing hanya memiliki saluran pencernaan yang tak lebih panjang dari tiga kali ukuran tubuh mereka. Saluran yang pendek ini menguntungkan hewan karnivora karena memungkinkan pengeluaran sisa-sisa daging yang membusuk dalam waktu yang sangat singkat. Tidak itu saja, lambung karnivora juga mengandung asam khlorida yang banyak dan lebih asam dibandingkan asam lambung manusia. Kandungan asam yang tinggi akan memudahkan hewan karnivora mencerna daging. Banyak ilmuwan sekarang merekomendasi buah, sayur, kacang-kacangan, bijian dan palawija sebagai makanan terbaik bagi tubuh manusia.

Kita akhirnya akan berhadapan dengan kenyataan bahwa kita tidak akan dapat terus hidup tanpa makanan dan adalah kenyataan jika segala jenis makanan berasal dari makhluk hidup. Tetapi karena kita bisa terus hidup dengan baik dan bahkan beranak-pinak tanpa mengkonsumsi daging, mengapa kita masih merampas hidup binatang jika dari tanaman kita bisa memenuhi segala kebutuhan kita untuk tetap hidup🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s