Vegetarian Bukan Soal Agama


Saya teringat ketika tahun 2005 Sultan Hamengku Bowono X ‘ditertawakan’ ilmuwan dan ‘ disindir’ agamawan gara-gara mengajak masyarakat menolak bala ( badai) dengan cara membuat sayuran lodeh berisi sembilan macam  sayur, bukan sate atau gudeg ayam. Hebatnya, pada tahun 2007, Dr. Rajendra Pachauri ( ketua Intergovernmental Panel on Climate Change dan Pemenang Nobel Perdamian 2007) mengatakan  dengan tegas  bahwa jika dunia ingin terhindar dari bencana akibat pemanasan global ( tepatlah perubahan  iklim) ada tiga hal yang dapat segera dilakukan: berhenti  makan daging, naik sepeda  dan menjadi konsumen  yang bijak . dia tidak  berkata sembarangan karena didukung oleh studi  yang cermat dari banyak ilmuwan. Jadi, si pembisik  Sultan Hamengku Bomono X tahu persis  bagaimana ekosistem bumi bekrja. Sayur lodeh dapat dilihat sebagai simbol untuk kembali ke menu nabati bila kita ingin menghindari kerusakkan lingkungan yang membawa bencana. Sebuah kearifan ( dan kecerdasan) lokal yaqng berwawasan semesta. Dalam kunjungan Sri sultan Hamengku BOmono X di Batam, beliau sempat hadir dalam Bazaar Vegetarian 23 November 2008 lalu dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan ,” saya pernah bervegetarian satu bulan penuh di Valifornia beberapa tahun lalu dan vegetarian bukan soal agama , ini soal kesehatan dan lingkungan hidup. DImasa mendatang arus vegetarian akan semakin kencang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s