Menjaga Agar Keluarga kita Bebas dari Penyakit


Terutama para orang tua yang baru mengenal budaya “modern”, mengajak anak-anak pergi ke rumah makan cepat saji merupakan sebuah hiburan yang menyenangkan walaupun tanpa sengaja mereka telah memasukkan begitu banyak masalah kepada tubuh anak-anak mereka. Tetapi, hampir semua tempat berkunjung, baik mall ataupun tempat wisata, selalu penuh dengan makanan cepat saji. Tanpa sengaja, kasih sayang yang mereka berikan justru menjadi sesuatu yang merusak bagi tubuh anak-anak mereka. Berbagai penyakit terakumulasi ke dalam tubuh mereka dan siap meledak kapan saja, terutama begitu mereka mulai remaja dan mulai meninggalkan bangku sekolah. Hipertensi, ngilu persendian. kolesterol, diabetes, kanker, stroke, migrain, sulit tidur, rematik, rambut rontok atau berminyak berlebihan, banyak jerawat, sariawan, mudah sakit dan seterusnya menjadi sesuatu yang biasa begitu mereka beranjak dewasa. Orang lalu berpikir bahwa itu semua adalah penyakit karena usia. Banyak dokter yang akan memberikan jawaban klise;”Tenang saja, itu adalah hal yang normal untuk orang seusia Anda, bahkan banyak yang lebih parah dari Anda!”

Padahal ada begitu banyak situasi atau keadan yang membuat kita dapat menghindari penyakit, yaitu bila kita mengerti bagaimana alam ini sesungguhnya bekerja pada tubuh kita.

Dari sebuah buku yang berjudul The Cure is in the Cause oleh Dr. Ruza Bogdanovich, ND, disebutkan: “Menganggu Alam adalah tidak baik, dan begitu kita bertindak melawannya, kita akan menemui kesulitan yang sulit untuk diperbaiki lagi. Kerusakan akan terjadi dengan begitu banyak cara yang bahkan tak pernah kita sadari. Kita benar-benar mengabaikannya.” Ditulisnya :

“Pada saat ini, mikroba dan vrus dapat mengganggu kita dengan cara yang berbeda dengan biasanya. Semua itu terjadi karena kita melemahkan tubuh kita sendiri. Tubuh kita penuh dengan puing-puing kotoran. Tuberkolosis kembali menyerang dan menyebar kemana justru karena obat-obatan dan antibiotika membuat kita lemah.Banyak virus“baru” yang bermunculan, misalnya : hepatitis A, B, dan C. Peningkatan radikal bebas (unsur penyebab kanker) dan hormon pertumbuhan pada makan yang terbuat dari susu membuat pertumbuhan sel tak terkendali dan menekan imunitas. Kita menjadi lebih lemah dari nenek moyang kita.”

Sekarang kita harus membayar semua kesalahan itu dengan menjadi terlalu tergantung kepada antibiotik untuk melumpuhkan sesuatu yang sudah resistant terhadap obat dan yang tidak bisa diatasi oleh sistem pertahanan tubuh kita. Antibiotik juga merangsek ke pasokan makanan kita. Karena sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah, hewan-hewan ternak secara rutin diberi obat dengan dosis yang sangat tinggi agar sembuh dari penyakit. Produk-produk antibakteri seperti sabun tangan, cairan pencuci piring, cairan pembersih toilet, sabun mandi dsb membanjiri pasar dan menimbulkan masalah bakterial baru akibat penggunaan yang berlebihan dan serampangan. Semua itu membuat kita makin mendapat tekanan dan menjadi makin lemah.

Ini semua berhubungan dengan apa yang kita masukkan yang tidak sesuai dengan denyut atau frekuensi organ dan kelenjar dalam tubuh kita. Oleh karena itu juga maka sangat sulit membantu orang yang memiliki berbagai penyakit tanpa mencari akar penyebabnya yang sebenarnya. Apa saja yang kita masukkan ke dalam tubuh haruslah harmonis dengan keadaan tubuh kita dan alam.

Jangan panaskan minyak atau goreng makanan kita! Pikirkan: benarkah tindakan itu alami? Apakah itu murni? Jika tidak menjadi rusak maka makanan itu tentu menjadi tidak alami dan menjadi tidak baik. Perhatikan beberapa masalah kesehatan pada anak-anak yang masih belia. Kita sering melihat mereka kehabisan enzim dan tidak dapat lagi mencernakan makanannya secara maksimal karena dia kekurangan makanan mentah. Walaupun hati dan pankreas terdisain untuk menyimpan enzim-enzim tersebut sehingga bila pada suatu keadaan mendesak dapat dipergunakan, tetapi karena simpanan itu telah habis maka pankreas harus bekerja dengan jauh lebih keras. Itulah mengapa banyak anak muda yang mengalami masalah kesehatan dan alergi pada usia yang masih demikian belia. Diabetes Juvenile di antara berbagai penyakit degeneratif lain lalu juga menjadi merajalela.

Tubuh bukan hanyalah terdiri atas satu hal saja, tetapi merupakan kombinasi dari banyak hal dan unsur. Sebuah apel memiliki keseimbangan yang sempurna baik dari elemen-elemennya, vitamin, nutrisi dan proteinnya. Tetapi, mengapa makan sebuah apel juga bisa menjadi tidak baik bagi kita?

Ketika makan sebuah apel pie dengan es krim di atasnya, tubuh kita harus memproses semua bahan-bahan yang tak berguna lainnya, kemudian menyimpannya ke dalam tubuh kita sehingga akhirnya menjadi beban bagi tubuh. Untuk menjaga keseimbangan tubuh agar cukup “basa” maka tubuh harus menyerap kalsium dari tulang supaya dapat mengkompensasi gula yang terdapat dalam pie dan es krim itu.

Begitu banyak orang yang percaya bahwa kita tidak perlu mengendalikan kesehatan mereka karena semua itu adalah nasib atau bawaan atau genetik dari orang tua.  Beberapa ibu percaya bahwa mereka akan mengalami pemotongan payudara jika orang tua mereka juga memiliki masalah pada kanker payudara. Tetapi, dari hasil penelitaan dan pengamatannya yang lama sekali, T. Colin Campbell, Ph.D, seorang ilmuwan dan peneliti dari Universitas Cornell, bisa dirujuk ke www.SupremeMasterTV.com, mengatakan bahwa penyebab kanker payudara bukanlah itu semua. Gen yang diwariskan orang tua kepada kita bukanlah faktor utama yang menyebabkan kita menjadi mangsa 10 penyebab utama kematian. Mengendalikan keseimbangan tubuh dengan hanya mengkonsomsi satu jenis unsur, seperti karbohidrat, lemak, kolesterol atau minyak omega-3, tidak akan membuahkan kesehatan jangka panjang. Suplemen vitamin dan nutrisi tidak akan memberi kita pertahanan jangka panjang terhadap penyakit. Inilah yang mungkin yang banyak tidak diungkapkan oleh banyak para praktisi kesehatan, yaitu tentang apa yang seharusnya kita lakukan agar tubuh kita menjadi selalu sehat.

Setelah melakukan penelitian selama 4 dekade, termasuk peneltian laboratorium selama 27 tahun, Dr. T Colin Chambell percaya bahwa apa yang kita makan dapat menyelamatkan kehidupan kita. Beliau meyimpulkan dan mengatakan:

–       Kanker payudara berhubungan erat dengan level homon wanita di dalam darah, dan itu ditentukan oleh makanan yang mereka makan

–       Mengkonsumsi susu dan makanan yang terbuat dari susu dapat meningkatkan terjadinya kanker prostat.

–       Anak-anak yang mengkonsumsi protein tinggi biasanya akan menderita kanker hati dan biasanya mereka adalah anak-anak dari golongan yang berduit

–       Diabetes tipe 1, salah satu penyakit yang paling dahsyat yang dapat terjadi pada anak-anak, dapat dipastikan sangat terkait dengan pola makan yang diberikan kepada mereka ketika bayi

–       Perang terhadap kanker dan penyakit hati yang terus berlanjut selama puluhan tahun ternyata tidak menunjukkan suatu kemajuan yang berarti dibandingkan ketika perang itu baru dimulai.

Mulailah makin banyak makan makanan mentah, hindari semua produk hewani, dan mari kita nikmati hidup yang penuh kebahagiaan dan sehat ini.

Salam penuh sehat!

(Makanan mentah yang dimaksud di sini adalah sayur dan buah segar (yang tidak dipanaskan lebih dari 45 0C) serta bijian, kacang-kacang, buah yang segar maupun kering. Daging, telur, ikan dan susu tidak termasuk kelompok makanan mentah sekalipun tidak dipanaskan, karena semuanya itu sudah menjadi “sampah” atau “bangkai”)🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s