Junk Food


Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food adalah makanan
yang kandungan lemak, kolesterol, garam, gula dan kalorinya tinggi, tetapi kandungan
gizinya sedikit. Makanan yang paling mudah masuk dalam jenis ini adalah makanan fast food dari daging dan produk hewani lainnya yang digoreng, minuman soda atau minuman berkarbonasi, permen dan dessert manis. Biasanya pada makanan
yang punya label junk food ini kandungan vitamin, protein atau mineralnya
sangat sedikit. Padahal, semua itu sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh kita.

Junk food mengandung banyak sodium, saturated fat dan kolesterol. Bila dalam
tubuh jumlah ini banyak, maka akan menimbulkan banyak penyakit. Dari penyakit
ringan sampai penyakit berat seperti darah tinggi, stroke, jantung dan kanker.
Kalau dulu penyakit-penyakit “horor” itu hanya diderita oleh orang-orang tua
yang umurnya di atas 40 tahun. Tetapi, semakin tahun, penderita penyakit
ini semakin muda saja umurnya. Kalau kita tidak menjaga diri, bukan
tidak mungkin dalam waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan, kitalah si
penderita itu.

Mengapa sodium, lemak jenuh (saturated fat) dan kolesterol itu berbahaya?

Sodium banyak ditemukan pada makanan yang kita makan dan minum. Sodium adalah bagian dari garam. Banyak makanan kemasan atau kalengan itu berkadar sodium
tinggi. Sodium banyak terdapat pada ayam goreng, burger, cheese burger, bologna, pizza,
segala jenis snack, keripik kentang, dan lain-lain. Sayuran dalam kaleng, keju dan  beberapa penyedap rasa seperti soysauce (biasanya disediakan di resto Jepang atau Asia Timur), garlic salt dan onion salt juga mengandung kadar sodium yang tinggi.

            Sodium tidak boleh terlalu banyak dalam tubuh kita. Untuk ukuran orang dewasa,
sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 500 miligram. Ini sama
dengan 1/4 sendok teh. Bila sodium terlalu banyak dapat meningkatkan aliran
dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi. Tekanan darah
yang tinggi juga akan berpengaruh munculnya gangguan ginjal, penyakit jantung,
dan stroke. Lemak jenuh berbahaya buat tubuh karena zat ini merangsang hati kita
memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol sendiri didapat dengan dua cara.
Ada yang dihasilkan oleh tubuh dan ada yang berasal dari produk hewan yang kita
makan. Sebenarnya, kita tidak perlu menambahkan kolesterol masuk dalam
tubuh karena tubuh kita sudah menghasilkan sendiri kolesterol.
Kolesterol banyak terdapat dalam daging, telur, ikan, susu, butter
dan keju. Sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan (legum) sama sekali tidak mengandung kolesterol. Bila jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh, sehingga berbahaya sekali kalau sampai aliran darah dan oksigen yang masuk ke otak tersumbat. Tingginya jumlah lemak jenuh akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus. Lemak dari daging, telur, susu dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari lemak jenuh ini.

            Selain itu, beberapa junk food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama gula
buatan, tidak baik untuk kesehatan karena bisa menyebabkan penyakit gula atau
diabetes, kerusakan gigi dan obesitas. Minuman bersoda, cake dan cookies
mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman
bersoda mengandung paling banyak gula. Paling tidak satu kaleng minuman
bersoda mengandung tujuh sendok teh gula. Padahal, kebutuhan gula dalam
tubuh kita tidak boleh lebih dari empat gram atau satu sendok teh sehari.
Bayangkan kalau kita minum minuman bersoda dua sampai tiga kaleng sehari.
Betapa banyaknya gula yang menumpuk di dalam tubuh! Parahnya lagi, minuman
bersoda tidak hanya mengandung banyak gula, tetapi juga mengandung kafein dan
zat-zat aditif lainnya.

Ada banyak cara untuk mengurangi makanan junk food

  1. Biasakan sarapan dan makan di rumah. Percayalah makanan rumah
    lebih sehat dan bergizi. Jadi, sebelum berangkat sekolah atau kerja, usahakan sarapan. Begitu pun kalau mau berangkat main, lebih baik makan dulu. Jadi, begitu sampai di tempat perut kita tidak terlalu kosong, sehingga keinginan untuk
    ngemil pun bisa sedikit berkurang.
  2. Tidak ada salahnya juga sesekali kita melihat kandungan yang ada dalam
    makanan yang kita beli. Misalnya kita membeli satu kantong keripik kentang.
    Coba lihat di bagian belakang kemasan pasti ada keterangan nutrition
    fact
    atau kandungan dari makanan itu dan dari situ kita bisa lihat apakah
    makanan itu sehat atau tidak. Lihat jumlah gram fat atau lemaknya. Setiap 5 gram lemak dalam makanan itu sama dengan satu sendok makan, misalnya sebuah makanan tertulis memiliki 23 gram lemak, artinya makanan itu mengandung 4,5 sendok makan lemak. Sementara lemak maksimal yang baik diserap tubuh adalah 30 persen dari total kalori. Ini bukan berarti kita harus anti lemak, karena lemak itu tetap berguna buat tubuh, tetapi jumlahnya memang tidak boleh banyak. Setelah itu lihat juga jumlah sodium. Beberapa makanan, seperti daging merah, memiliki kandungan sodium yang tinggi.
  3. Ambil porsi kecil. Kalau sudah tidak tahan ingin makan junk food,
    kita bisa meminimalkan konsumsinya dengan mencicipinya dalam porsi kecil.
    Kalau kita membeli es krim, minuman soda atau menu yang lain,
    pilih juga yang ukuran kecil atau regular. Jangan tergoda dengan
    topping atau bumbu tambahan. Ini akan menambah kandungan kalori dalam makanan kita.
  4. Minum air putih yang relatif banyak. Idealnya kita minum delapan gelas
    sehari, kalau bisa lebih. Air putih membantu proses pembuangan dalam tubuh
    kita. Semua racun-racun yang ada dalam tubuh akan lebih mudah dikeluarkan kalau kita rajin minum air putih.
  5. Banyak makan sayur dan buah. Dua jenis makanan ini tinggi kadar
    seratnya, sangat bagus untuk mengimbangi tubuh kita yang sudah kemasukan junk food. Selalu membawa buah-buahan di dalam tas bisa kita jadikan kebiasaan yang baik. Kita bisa langsung mengunyah buah jika terasa lapar. Pilih buah-buahan yang mudah dibawa, seperti pisang, jeruk, apel, pir, tomat, anggur atau strawbery.
  6. Olahraga teratur, paling sedikit tiga kali dalam seminggu dan
    sekitar setengah sampai satu jam per hari. Aktivitas tersebut dapat membantu membakar kalori dalam tubuh. Pilihan olahraga bebas-bebas saja, disesuaikan dengan kegemaran kita. Jalan kaki selama setengah jam lebih baik daripada cuma nonton di depan teve.

            Setelah mengurangi junk food, kita bisa masuk ke tahap berikutnya, yang penting kita mengimbangi apa yang masuk dalam tubuh. Hal yang terutama adalah kita harus banyak mengonsumsi serat. Serat ini banyak terdapat dalam sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Buah-buahan sangat baik untuk menyediakan vitamin, terutama vitamin
C, yang membantu stamina tubuh agar tidak cepat sakit. Sumber vitamin C paling banyak ada di jambu biji (guava), jeruk, strawbery, pepaya, nenas dan semangka. Kesehatan badan lebih penting daripada kenikmatan lidah, bukan🙂

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s