Mereka Merasakan Kasih dan Sakit Sama Seperti Kita


https://i1.wp.com/www.kontaktuhan.org/news/news189/images/an50-1.jpg

Suatu pagi dalam perjalanan ke tempat kerja, saya memperhatikan sepasang bebek berjalan bersama-sama menikmati matahari, makan, dan mencari tempat untuk bersarang dan meletakkan telur. Hal ini berlanjut selama beberapa hari dan saya mulai merasa kuatir ketika saya beberapa kali melihat mereka bersama-sama menyeberang jalan yang ramai.

Beberapa hari kemudian, ketika saya sedang mengemudi pulang, saya melihat mereka meringkuk bersama-sama di sisi jalan, masih di atas jalan beraspal dan jauh dari daerah berumput di sekitarnya. Saya berasumsi bahwa salah satu dari mereka mungkin terluka dan itulah sebabnya mengapa mereka berada di sana.

Jadi saya menghentikan mobil saya untuk melihat apakah mereka baik-baik saja. Kebetulan ada tempat penyelamatan satwa liar dekat tempat saya dimana mereka merawat satwa-satwa sampai mereka sehat kembali dan melepaskan mereka ke alam bebas. Tetapi dengan mengerikan saya menemukan “sang istri” telah ditabrak oleh mobil dan mati. Sungguh menyedihkan saat melihat “sang suami” berbaring di sana, tepat di sisi sang istri dan sedang berduka.

Saya berdoa kepada Guru untuk membantu dia menemukan damai dan melanjutkan hidupnya, karena dia masih berada di sisi jalan, berduka atas kepergian isterinya dan ia juga dapat dengan mudahnya ditabrak oleh mobil lain dan terbunuh juga.

Hal ini berlanjut selama tiga hari; dia berada di samping tubuh istri yang dicintainya. Saya menangis saat melihat hal ini, karena saya bisa merasakan rasa sakitnya. Setiap pagi dalam perjalanan ke kantor, setiap malam dalam perjalanan dari kantor ke rumah, dia dengan diam berada di sana, di tempat yang sama. Setiap hari saya merasakan sakitnya lebih dan lebih lagi, dan saya berdoa lebih kuat kepada Guru untuk membantunya melanjutkan hidup ini.

Pada hari keempat, ketika saya sedang mengemudi menuju ke kantor, saya sangat lega melihat bahwa akhirnya dia telah meninggalkan tempat itu (Terima Kasih Guru). Saya bahkan berhenti hanya untuk meyakinkan bahwa dia tidak ditabrak dan tergeletak jauh ke belakang, tetapi bahwa sebenarnya dia telah pergi dan sedang dalam perjalanan.

Saya sungguh berdoa agar lebih banyak orang lagi di dunia ini bisa melihat bagaimana burung-burung dan satwa lainnya mencintai dan merasakan sakit sama persis seperti kita, dan lalu mungkin akan ada lebih banyak orang yang akan berubah ke diet vegetarian karena alasan welas asih. -:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s