wawancara Dengan Mr. John Robbins


Makanan Dari Supreme Master Televisi, Episode 179 dan 186 (Asal dalam bahasa Inggris)

Pada tayangan kita hari ini, kita kedatangan tamu istimewa, beliau adalah Bpk.John Robbins yang mengarang buku terlaris, ”Diet for a New America” dan buku barunya ”Healthy at 100”. John Robbins adalah satu-satunya anak dari pendiri jaringan es krim terbesar di dunia, Baskin Robbins. Akan tetapi, ia tidak ingin mewariskan kekayaan dan kerajaan es krim orang tuanya, dan ia sebaliknya memilih untuk menjadi seorang aktivis vegan. Dia menerbitkan buku yang telah mendapat Penghargaan Pulitzer, ”Diet for a New America” pada tahun 1987 dalam upaya membeberkan kekejaman di pabrik peternakan dan mendorong orang lain untuk menerapkan pola makan nabati. Dalam jangka waktu lima tahun setelah penerbitan bukunya, penjualan daging sapi di Amerika Serikat menurun hingga mencapai 20%. Sejak dari itu, dia mulai melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk membicarakan dan menulis tentang segala aspek hidup sehat, termasuk menulis sejumlah buku laris. Kami merasa terhormat untuk berbagi dengan Anda tentang teladan hidup sehat beliau. Bpk.Robbins kelak akan berbagi dengan kita tentang pemikiran beliau yang dalam dan ilham yang mendasari penerbitan buku pertamanya, “Diet for a New America”. Marilah kita bergabung dengan Bpk.John Robbins.

Pewawancara: Dalam buku “Diet for a New America”, Anda melakukan penelitian yang sangat mendalam tentang dampak negatif dari produksi makanan hewani terhadap lingkungan, sosial, dan kesehatan. Bisakah Anda menguraikan sedikit tentang manfaat vegetarian dalam pilihan makanan kita, dan dampak apa saja yang dapat memengaruhi orang-orang di sekitar kita?

John: Itu pertanyaan yang baik sekali. Pada saat seseorang membeli makanan di pasar, restoran, atau toko siap saji, mereka tidak pernah memikirkan hal tersebut, kecuali berapa harganya dan bagaimana rasanya. Mungkin mereka sedikit memikirkan tentang apa jadinya dengan lingkar pinggang mereka. Tetapi, ada banyak sekali efek sampingnya. Dari pilihan yang kita lakukan, semua akan berdampak pada kesehatan diri kita maupun kesehatan seluruh dunia.

Dampak Makanan yang Kita Pilih

Pola makan kita mempunyai pengaruh terhadap lingkungan, terhadap cara orang memproduksi makanan, menyiapkan makanan, cara kita selaku individu dalam berbagi makanan, dan tatanan sosial. Saya sedang mencoba untuk memperluas cara pandang manusia tentang hal itu, dan membuat mereka lebih peduli terdapat keberadaan hewan.

Sebagai contoh, jika Anda memakan daging, meminum susu, memakan keju, atau segala macam produk hewani, maka Anda harus memikirkan juga tentang nasib binatang tersebut? Bagaimana ia diperlakukan? Karena produksi daging saat ini telah berkembang sedemikian rupa dan hanya memikirkan keuntungan tanpa mempedulikan penderitaan binatang. Mereka dikurung dalam kandang yang sesak dengan ruang gerak yang terbatas; mereka dikandangkan sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Mereka bahkan sebenarnya memiliki tempat yang lebih luas jika Anda memasukkannya dalam bagasi mobil dan membiarkannya di sana. Mereka sama sekali tidak bisa bergerak, dan itulah permasalahannya. Karena pada saat binatang tidak bergerak, maka mereka tidak mengeluarkan kalori, dan pengusaha mendapatkan lebih banyak daging. Dari cara ini kita dapat melihat bahwa mereka benar-benar keji.

Pabrik peternakan saat ini sungguh kejam. Mereka menindas insting dan kebutuhan dasar binatang. Saya berbicara tentang sapi, ayam, kalkun, babi, dan daging sapi muda. Produksi daging saat ini merupakan peternakan hewan dalam skala besar. Mereka memperlakukan hewan bukan sebagai makhluk hidup, melainkan sebagai barang dagangan untuk memenuhi rantai pemasokan saja. Pada dasarnya hewan memiliki insting dan kebutuhan terhadap ruang gerak, kebutuhan sosial, dan sebagainya; mereka bukan hanya untuk diperlakukan sebagai objek kesengsaraan. Jadi sebagai konsumen, kita harus memahami itu sebagai suatu realitas, dan kita harus bertanya, “Apakah mengonsumsi produk dari sistem seperti itu pantas dengan martabat kemanusiaan kita?”

Jika kita termasuk orang yang cinta perdamaian di Bumi, maka kita harus memulainya dari diri kita. Jika kita termasuk orang yang ingin mengurangi penderitaan di dunia ini, maka kita dapat menggunakan kehidupan kita untuk mengurangi penderitaan mereka. Jika kita termasuk orang yang ingin agar dunia ini berkembang dengan baik dan menjadi tempat yang makmur bagi seluruh makhluk; maka dengan mengonsumsi produk seperti itu, apakah hal itu pantas bagi tubuh kita, apakah itu pantas terhadap Bumi ini, dan apakah cara kita memperlakukan seluruh penghuni Bumi sudah benar? Saya pikir itu termasuk pelanggaran keterikatan antara manusia dengan binatang, saya pikir itu pelanggaran terhadap kerohanian kita sendiri. Saya tahu bahwa pilihan itu sangat menyiksa binatang, dan saya tidak bisa menyanggahnya, saya tidak bisa duduk makan dan memikirkan, “Oh, itu kan berasal dari tukang jagal,” dan tidak mau mengingat mata sapi yang pernah saya tatap. Tidak mengingat kucing dan anjing yang saya kasihi dan memikirkan, “Baiklah, kenapa kita harus membuat perbedaan ini?”

Dalam kebudayaan ini, kita cenderung melakukan ini. Kita menamai binatang peliharaan, kita mengasihi mereka, kita menyisihkan sebagian besar waktu untuk merawat mereka, dan kita selalu memperlakukan mereka sebagai bagian dari keluarga kita. Tetapi, di sisi lain kita menamakan kelompok binatang lainnya sebagai menu makan malam kita; dan dengan perbedaan yang menyolok tersebut, kita masih merasa pantas menemui binatang-binatang tersebut dan melupakan segala kekejaman serta menilai mereka hanya dalam hitungan kilogram. Tingkatan apa yang kita bicarakan di sini? Apakah garis itu berbelok ke kanan dan membagi hati kita menjadi dua? Saya rasa hal ini tidak benar.

Pekerjaan saya adalah untuk menyadarkan masyarakat tentang bagaimana binatang diperlakukan di tempat produksi daging dan makanan apa yang harus kita pertimbangkan jika kita ingin sejalan dengan hati nurani kita. Jika kita ingin kehidupan kita sebagai suatu perwakilan cinta kasih, bukan kekejaman, maka kita harus meneliti pilihan yang kita buat dan apa saja akibatnya.
“Penghargaan Kepemimpinan Cemerlang” diserahkan kepada Bpk.John Robbins

P: Jadi buku “Diet for a New America” yang Anda karang tersebut juga menyinggung suatu penelitian terhadap lingkungan yang tidak terpikirkan oleh banyak orang. Bisakah Anda menguraikan sedikit tentang hubungan antara lingkungan dengan pilihan makanan kita. Topik itu sangat mengejutkan ketika saya pertama kali membacanya?

Hidup Bersahaja Membuat Orang Lain Hidup Apa Adanya

J: Terima kasih! Saat ini ada banyak orang yang ingin beralih ke kehidupan yang selaras dengan Bumi ini dengan tidak mengonsumsi makanan yang memboroskan sumber daya alam, makanan yang tidak menimbulkan polusi yang membahayakan. Tak dapat disangkal bahwa cara kita memperlakukan atmosfer ini mengarah pada ketidakseimbangan iklim; cara kita memperlakukan Bumi benar-benar tidak sesuai. Jadi, orang mulai mencari cara untuk memperbaiki hal tersebut. Dan hasilnya, pilihan makanan yang sehat dapat menurunkan kolesterol kita, membuat kita lebih ramping, dan tubuh kita lebih mudah untuk beraktivitas. Selain itu, cara ini dapat menyelamatkan hewan dari kekejaman produksi daging masa kini dan juga dapat melestarikan lingkungan hidup di planet ini. Para vegan mengonsumsi lebih sedikit sumber alam sehingga sumber daya alam ini berlimpah semua orang. Jadi, pola makan vegetarian merupakan jawaban paling efektif terhadap isu kelaparan dunia. Dan mereka secara jelas selaras dengan lingkungan. Pola makan ini sangat baik untuk dipilih oleh kita semua.

Saya akan berikan satu contoh. Dibutuhkan enam belas pon tepung untuk menghasilkan satu pon daging sapi, itulah rasionya. Padahal, kita hanya membutuhkan satu pon tepung untuk membuat satu pon roti tawar atau membuat satu pon beras. Kita membuang lima belas pon yang lainnya dengan percuma. Sebenarnya itu dapat dijadikan pupuk kandang, tetapi kita sering tidak menggunakan mereka sebagaimana mestinya, oleh karena itu sistem ini tidak berjalan sebagaimana mestinya; pembuangan tersebut hanya menyebabkan polusi air. Jika Anda mengonsumsi tumbuhan yang berada di dalam rantai makan pertama dan menjadi vegetarian atau vegan, maka Anda pasti akan mengonsumsi lebih sedikit sumber alam, dan dengan demikian akan lebih sedikit polusi air, lebih sedikit polusi udara, lebih sedikit erosi tanah, lebih sedikit gas rumah kaca, dan sebagainya.

Dengan berpola makan vegetarian, Anda telah menciptakan jejak langkah yang lebih ringan di planet ini dan jejak kaki tersebut juga dapat membantu orang lain. Kita adalah makhluk sosial, dan apabila Anda mengambil satu langkah yang baik terhadap Bumi ini, maka hidup sederhana yang Anda jalani bisa membuat orang lain bisa hidup apa adanya. Langkah itu juga berarti menghormati hak anak cucu kita untuk hidup di planet ini, hak untuk mendapatkan iklim yang stabil di masa yang akan mendatang. Dengan memilih pola makan vegetarian, maka tubuh Anda akan menjadi sehat, selain itu Anda juga telah melindungi banyak nyawa binatang. Anda berada dalam suatu integritas dan Anda berada dalam suatu klarifikasi tentang siapakah Anda dan apa yang Anda ingin perankan di dunia ini melalui cara Anda menjalani kehidupan ini. Dan itu akan menjadi suatu pernyataan kesadaran, hati nurani, kasih sayang, dan kepedulian. Atau Anda ingin menjadi seperti kebanyakan orang di dunia ini yang hanya mengutamakan kenyamanan tanpa memedulikan planet ini, nasib binatang, bahkan kesehatan diri Anda sendiri?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s