Industri Ternak Penyebab Krisis Pangan dan Kelaparan Dunia


Krisis pangan terjadi karena pengalihan pangan ke hewan. Surat kabar AS Huffington Post, web blog yang berperingkat nomor satu karena banyaknya situs yang melakukan link kepadanya menerbitkan artikel pada hari Jumat oleh penulis tamu dan Wakil Presiden PETA Bruce Friedrich mengenai kekurangan pangan global. Berbicara tentang keprihatinan PBB bahwa bahan bakar bio dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan karena pengalihan makanan, tetapi Bpk. Friedrich menyoroti kenyataan bahwa lebih dari tujuh kali biji-bijian yang dipakai untuk bahan bakar nabati diberikan kepada hewan ternak daripada diberikan langsung kepada orang-orang, sehingga menimbulkan keprihatinan yang lebih besar. Karena itu, ia menyerukan pemerintah-pemerintah untuk mengakhiri subsidi bagi industri daging dan produk susu serta fokus kepada program-program untuk membantu orang-orang beralih dari produk-produk hewani dalam pola makan mereka.

Mengubah pola makan dunia dapat membantu mengakhiri kekurangan pangan dunia

Dr. Walt Willett, profesor ilmu kedokteran dari Universitas Harvard, AS dan pengarang buku “Makan, Minum, dan Mengurangi Berat Badan”, berbicara di Universitas Edinburgh, Skotlandia minggu lalu. Ia menguraikan bukunya yang menyarankan pola makan yang lebih sedikit daging, bebas rokok, dan lebih banyak sayuran maupun biji-bijian. Dr. Willett berkata, Jika kita mengubah cara kita makan, maka kita bisa mengakhiri krisis pangan global. Apa yang sekarang kita lakukan sungguh tidak efisien bagi sumber daya dunia, tapi dengan memilih diet yang optimal, kita dapat memberi makan dunia.”

Seruan untuk Menghentikan Harga Pangan Dunia

Sebagai salah satu kota tertua dan kaya akan warisan di Jerman, Cologne juga menjadi pusat pemimpin bagi media dan kebudayaan. Minggu lalu, kota tersebut menjadi lokasi bagi masyarakat untuk lebih memahami tentang manfaat hidup tanpa dari daging, melalui sebuah reli yang diatur oleh aneka kelompok perlindungan lingkungan dan hewan. Tujuan mereka adalah untuk meningkatkan kepedulian tentang kelaparan dunia.

Juergen Foss, Die Tierfreunde (Friends of the Animals):
Karena konsumsi daging dapat membuat orang di bagian dunia lainnya menderita, kelaparan, dan sekarat karena tidak ada makanan. Ini tidak boleh terjadi.

Regina Kowalzick, Guru di Gymnasium Rodenkirchen:
Ada begitu banyak orang yang kelaparan sampai mati di seluruh dunia hanya karena mereka tidak punya makanan yang cukup untuk dimakan, atau karena mereka tidak punya panen yang cukup…

Juergen Foss, Die Tierfreunde (Friends of the Animals):
Untuk hanya satu kilogram daging, kita menggunakan sekitar delapan kilogram tanaman pangan guna memberi makan hewan untuk memproduksi daging. Saat ini, tamanan pangan yang ditanam di banyak negara diekspor sebagai pakan ternak daripada langsung dimakan oleh orang. Permintaan yang tinggi untuk biji-bijian impor juga telah menyebabkan harga makanan pokok naik.

Jeannine, Tierversuchsgegner Aachen, group against animal testing:
Semuanya sangat berkaitan hanya karena banyak bahan pangan yang terbuang dan digunakan untuk pakan ternak, padahal orang bisa mengonsumsinya
secara langsung. Banyak sumber energi yang juga terbuang, seperti energi air atau listrik. Pembicaraan apapun mengenai produksi daging akhirnya kembali lagi ke masalah bebannya terhadap perubahan iklim.

Nicole Stuebs, Tierrechtsinitiative Rhein-Main animal rights initiative:
Sungguh daging adalah pembunuh iklim nomor satu. Bahkan lebih buruk daripada mobil dan pesawat terbang. Emisi dari metana yang dihasilkan oleh peternakan sangat besar. Selain itu, akhir-akhir ini banyak orang makan vegan hanya karena aktivitas perlindungan lingkungan. Semakain banyak orang yang membuat hubungan tersebut.

Buku Diet for Smal Planet Mendapat Penghargaan

Moore Lappe dari Prancis memenangi Tokoh  Kemanusiaan Tahun Ini dari Yayasan James Beard. Nn. Lappe, penulis buku Diet for a Small Planet diakui oleh Yayasan James Beard atas upayanya selama 40 tahun dalam menulis dan berbicara tentang akar penyebab kelaparan global. Nn. Lappe adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa ada cukup makanan di dunia untuk semua orang. Bukunya yang terkenal, “Diet for a Small Planet”, menyampaikan pesan bahwa kelaparan adalah fonomena yang disebabkan oleh manusia karena memberi setengah dari biji-bijian dunia untuk makanan ternak. Nn. Lappe mendorong pola makan vegetarian, yang artinya tanpa produk hewan dan juga menyarankan agar orang-orang mempertimbangkan dampak lingkungan saat ingin membeli sesuatu serta menggunakan sumber daya bumi dengan bijaksana.

Panen Gandum Afghanistan Diperkirakan Menurun Karena Perubahan Iklim

Rendahnya curah hujan dan kekeringan diperkirakan akan mengurangi produksi gandum Afghanistan secara signifikan tahun ini. Dengan mengalami kekurangan makanan, jumlah orang miskin diperkirakan meningkat sampai 3,5 juta. Produksi gandum diperkirakan turun 0.7 juta ton, sehingga menurunkan jumlah produksi menjadi 3/4 produksi normal biji-bijian negara ini. Karena pertanian menopang kehidupan sekitar dua pertiga rakyat Afghanistan, maka kondisi iklim yang tidak baik ini sangat mempengaruhi penghasilan banyak keluarga, juga mempengaruhi persediaan makanan mereka.


Kenya akan Menerima Bantuan PBB untuk Krisis Pangan

Tiga organisasi PBB – Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dan Dana Internasional untuk Pembanguan Pertanian (IFAD) – menyediakan total dana sejumlah US$123 juta dalam pertolongan darurat guna membantu kekurangan makanan di Kenya karena harga makanan naik dengan tajam. Menteri Pertanian Kenya, Daniel Ruto telah menyatakan bahwa dana tersebut akan dipakai untuk membeli pupuk, mengembangkan varietas benih baru, dan memulai kembali program makanan di sekolah-sekolah. Sebagai tambahan, pemerintah Kenya menganggarkan US$113 juta dari cadangannya sendiri untuk membeli tepung jagung dan bahan baku guna membantu menyelesaikan krisis.


Para Ahli Keragaman Hayati Mengangkat Masalah Bahan Bakar Bio dan Daging

Konferensi internasional tentang keragaman hayati yg diadakan di Boon, Jerman, setelah berlangsung 2 minggu  penuh, Jumat lalu ditutup dengan sebuah permufakatan. Langkah-langkah kini sedang ditetapkan untuk melindungi tanaman dan hewan secara lebih baik dari perubahan iklim melalui kerja sama global. Dalam konferensi itu, Norwegia dan Jerman mengumumkan dana ratusan juta Euro untuk membantu lebih lanjut pelestarian hutan di negara-negara lain. Satu pokok bahasan utama adalah penggunaan lahan hutan yang tidak efisien dan merusak untuk menanam hasil bumi yang kemudian dipakai menjadi bahan bakar bio atau makanan ternak yang tak mampu ditopang oleh bumi.

Christine v. Weizsäcker, Biologist in Germany, biological diversity expert:
Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan hilangnya keragaman hayati saling berhubungan dengan pola-pola produksi dan konsumsi kita. Dan seperti yang ditunjukkan dalam lebih banyak negosiasi, pola-pola pemakaian wilayah pertanian di seluruh dunia harus diperiksa.

Martin Kaiser, Greenpeace spokesperson and expert on rainforests:
Pertanyaan apakah suatu produksi atau konsumsi itu dapat ditopang oleh bumi, ini sangat mendesak untuk ditinjau secara internasional. Dan tentang konsumsi daging, itu juga penting agar setiap individu benar-benar mengurangi makan daging satu atau dua hari, karena hal itu sungguh merupakan sumbangan berarti.

Daging dan produksi bahan  bakar bio tertentu bersaing dalam pemakaian biji-bijian  yg dapat digunakan langsung untuk konsumsi manusia. Dengan membubungnya harga pangan saat ini, maka hal ini membuat banyak ahli prihatin.

Martin Kaiser, Greenpeace spokesperson and expert on rainforests:
Setiap orang harus ikut serta dalam pengorbanan kecil dengan berhenti makan daging, agar ada lebih banyak makanan untuk lebih banyak orang.

Helena Paul, Co-Director of EcoNexus research group in UK & vegetarian:
Memberi makan hewan secara intensif dengan makanan yang bisa dimakan manusia, sungguh tak dapat dibenarkan. Sungguh cara yang salah. Selain itu tidak makan daging dan mengurangi kekerasan yang kita gunakan terhadap kehidupan lainnya akan membantu mengubah pikiran kita, sikap kita terhadap segalanya di sekeliling kita.

Daging dan Bahan Bakar Bio Menyebabkan Krisis Pangan

Setelah Debat yang kedelapan, Jajaran ahli di SA-FM, program penyiaran di Afrika Selatan menyimpulkan bahwa krisis pangan saat ini berasal dari dua hal: bahan bakar bio dan konsumsi daging. Hasil panen ditanam untuk bahan bakar bio dan bukan untuk makanan, hal ini menyebabkan kekurangan. Juga peningkatan konsumsi daging di beberapa negara seperti China dan India telah menyebabkan peningkatan produksi panen untuk memberi makan hewan yang menyebabkan kenaikan harga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s